Showing posts with label Fia. Show all posts
Showing posts with label Fia. Show all posts

Sunday, May 8, 2022

Selamat Ulang Tahun untuk Anak Perempuan Kesayangan

Saat tulisan ini dibuat, kami baru saja mengakhiri video call. Saya memang tidak lagi di rumah bersama mereka. Pembicaraannya pun tidak mulus. Ada sedikit diskusi dalam suatu situasi. Tulisan ini juga sudah terlambat juga sebetulnya dari hari ulang tahunnya. Tapi tetap saya letakkan jadi prioritas untuk menuliskannya. Mengapa? karena tahun ini tahun yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan dan aktivitas perkuliahan sudah berjalan normal setelah dua tahun kuliah daring di rumah karena Covid 19, ada pengalamn pribadi yang sedikit banyaknya memberi pengaruh emosional buat Fia. Dan, saya menyadari bahwa Fia sudah memasuki suatu fase kehidupan yang menempanya menjadi perempuan yang dewasa, mandiri dan kuat. Itu menjadi doa dan harapan saya juga sebetulnya. 

Mencoba lihat sisi positifnya? Saya yakin kalau anak perempuan saya akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan tahan banting. Sekarang saja, saya terkagum-kagum melihat bagaimana dia berespon terhadap dua orang bangsat itu. Kuat. Tentunya juga dengan dukungan kawan-kawan dan sahabatnya ya. Saya beryukur pada Tuhan untuk hal itu. Tentu saja, saya juga berdoa pada Tuhan untuk selalu memberikan kekuatan pada Anak Perempuan saya yang cantik itu. Berdoa juga untuk masa depannya yang gemilang, kebahagiaannya dan pasangan hidupnya yang coco, pas, saling melengkapi, mempunyai ikatan emosional yang positif dan luar biasa dalam pekerjaan Tuhan.Amin,

Kelahiran Fia merupakan sebuah anugerah dan pengalaman yang sangat luar biasa dalam mengalami kasih dan kebesaran Tuhan dalam hidup saya. Seharusnya ia diperkirakaan lahir pada tanggal 12 April. Tapi tanda-tanda kelahiran tidak muncul saat itu. Sesuai anjuran dokter saya harus kembali seminggu sesudahnya untuk melakukan induksi. 

Sebelum hari itu, saya mendapat nasihat baik dari seorang pelayan gereja, Alm Bapak Johannes Kumontoy, yang menyarankan saya unutk minum kuning telur ayam kampung dan madu, supaya saya kuat saat mengejan serta makan satu sendok minyak kelapa supaya persalinan berjalan mulus. Untuk yang terakhir, sangat terbukti, karena suster 'kelicinan' terus saat memeriksa bukaan saya. Tenaga saya tersimpan, karena saya tidak perlu mengejan karena akhirnya dokter melakukan tindakan vakum untuk menarik Fia dari perut.

Mujizatnya adalah, saat saat Fia keluar dari rahim, ternyata ada lehernya terlilit tali pusar. Belakangan saya tahu kalau kondisi bayi seperti itu sangat riskan untuk divakum. How Great Thou Art.Di situlah  kebesaran Tuhan yang luar biasa. Sungguh Anugrah. Fia lahir dengan sehat dan tangisannya meledak setelah orang kesekian, yaitu Bapak Anton Pratomo, omnya, yang datang melihatnya. Saya mengalami sungguh kemurahan dan kebesaran pengasihan Tuhan dalam hidup saya dan Fia. Dan dimulailah hidup sebagai orang tua sejak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Fia melewati masa-masa sekolahnya. Kini Fia sudah berada di Semester 5 Jurusan Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya. Doaku, Fia dilancarkan segala urusan perkuliahannya dan selesai dengan gemilang. Masa depannya cerah bersama Tuhan Yesus dan apa yang dikerjakannya berhasil.

Baju kembaran saya di ultahnya yang pertama, saat dikenakan Fia




Momen saat Fia dibabtis dan disidi: tumbuh menjadi dewasa secara iman


My little baby girl


Ucapan ultah ke 19


Proud mum atas pencapaian Fia menjadi  The Best Student (IPS)


Speech in English


Ladies day out


Saat pertunangan sepupunya , Samuela, yang lahirnya juga di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Fia


Siap menempuh jalur darat mengantarnya kembali ke Surabaya, 24 Maret 2022


Anak perempuan cantikku, hidup akan terus berjalan. Seperti ayat kesayanganmu, cuma kepada Tuhan lah kita mempercayai hidup kita. Męski aku tidak akan selalu bersamamu, tapi yakinkan langkahmu bersama Dia, yang selalu mengasihimu.

Daughter, this may have been a rough year, but I know that only happy things are coming because a daughter as splendid as you deserves every joy in life. May your birthday mark the start of a wondrous year for you.




Beberapa pose saat menjadi model untuk tugas kuliah kawannya

                                                            Bakalan jadi mitra sang ayah

Thursday, November 24, 2011

Surat Cinta buat Fia

17 November 2011

Dear Fia,

Saat mama menuliskan surat cinta ini, mama sebetulnya sudah mengantuk. Saat ini pukul 12 kurang 15 malam, sedangkan pagi-pagi pukul setengah 4, mama sudah harus bangun untuk siap-siap pergi ke Bandung memberikan 'ceramah' pada mahasiswa baru di sana. Mama sebetulnya berharap Fia kasih tahu mama jauh-jauh hari kalau mama perlu buat surat cinta ini untuk keperluan ret-ret Fia nanti.

Tapi, tak apa. Mama senang kalau mama harus membuat surat kasih ini buat Fia. Ini kesempatan buat mama untuk mengenang kembali masa-masa indah saat Fia hadir pertama-tama dalam kehidupan papa dan mama.

Sebelum mama tahu Fia sudah ada di perut mama, mama sempat berucap janji kalau mama dan papa punya anak, kami mau menamainya Theofani. Nama ini muncul saat papa mama ikut pembinaan pelayan teruna di gereja dan Pendeta Hadi sedang menjelaskan tentang bangsa Israel. Theofani adalah perjumpaan bangsa Israel dengan Tuhan Allah. Selain karena mama suka nama itu, mama berharap kelak Fia punya waktu selalu berhadapan dengan Allah. Baik itu memuji Dia, bersyukur padaNya, bercakap-cakap denganNya dalam doa, yang intinya adalah kedekatan dengan Dia. Ternyata, mama baru tahu beberapa minggu kemudian kalau ternyata Fia sudah ada di perut mama saat itu.

Dear Fia,
Memiliki Fia dalam kehidupan mama dan papa adalah suatu anugrah dah hadiah yang PALING indah yang pernah mama terima seumur hidup mama. Mempunyai kesempatan untuk melahirkan Fia, menyusui, memandikan, memberi makan, merawat, menjaga dalam kesakitan, dan keinginan untuk memberi yang terbaik selalu buat Fia adalah keinginan besar mama papa. Itu sebabnya, waktu mama marah sama Fia dulu, mama selalu bilang:
"Ingat Fia, meskipun mama marah, bukan berarti mama tidak sayang Fia. Mama selalu sayang Fia meskipun mama marah.". Semoga Fia masih ingat kata-kata mama waktu itu ya.

Cantikua, sekarang dirimu sudah remaja. Sudah punya kemauan, pendapat, keinginan dan cita-cita sendiri. Mama ingin sekali menyaksikan pertumbuhan Fia hingga dewasa nanti, punya pacar, sekolah yang tinggi, pekerjaan yang baik dan membina keluarga yang takut akan Tuhan. Hihihihi mama rada ngaco ya bicara punya pacar? Tapi Fia harus tahu kalau kami berdoa supaya Tuhan memberikan teman hidup yang seiman dan sepadan buat Fia. Ehem...cerita cerita mama ya kalau Fia suka seseorang cie..cieeeee :)

Buat mama, Fia harus rajin belajar untuk masa depan Fia. Mama papa bekerja sekuat tenaga untuk mendukung kemajuan Fia.

Maafkan mama ya Fi, kalau mungkin mama terlalu sibuk kerja dan kuliah serta beraktifitas di APISI. Fia harus ingatkan mama ya, kalau mama kurang memberi perhatian buat Fia.

Theofani Filia Latuputty,
mama loves you so mucch!!!

Jadilah besar, tumbuh dan kalahkan dunia. Jangan pernah mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan Yesus, dalam setiap aspek hidupmu.

Sudah ya...semoga ret-retmu bawa banyak berkat... see you soon at home.

MUM *heart* U MUCH muah muah muah

--mama--


The two of Us

Wednesday, April 20, 2011

Selasa 19 April 2011

Hari ini ulang tahun Fia yang ke sebelas. Fia, my Cantiqua , sudah memasuki usia remajanya. Sengaja saya cuti karena ingin menghabiskan waktu istimewa ini bersamanya. Ada rencana ladies' day out, namun karena mobil sedang tidak di rumah pagi dan siang ini, maka acara itupun batal.

Monopoli di pagi hari
Bagun pagi-pagi dan masih belum mandi, - setelah saya dan Yosua memberi ucapan selamat ulang tahun, Fia mengajak bermain monopoli bersama. Semalam, kami berdua menghabiskan waktu sebelum tidur untuk bermain monopoli. Menarik juga main monopoli ini, kita belajar mengatur uang, berinvestasi, meminjam uang, berhitung-hitung uang, menerima dan membayar uang sewa. Latihan kegiatan ekonomi yang baik untuk anak-anak [ehemm ... untuk saya juga :D]. Seru juga membayangkan kalau benar-benar kejadian saya mempunyai 14 rumah, 1 hotel dan 2 bandara. Wuahh...serasa orang kaya yang punya banyak uang. Pagi hari ini kami lanjutkan lagi bermain bersama Yosua.



Mie goreng ulang tahun
Konon, kata orang tua, ada baiknya kalau merayakan ulang tahun, ada sajian mie di salah satu hidangan kita. Hal ini sebagai ungkapan simbolik agar yang merayakan ulang tahun akan panjang umur, seperti panjangnya mie itu.

Maka, saya buatkan mie goreng spesial buat ulang tahun Fia hari ini. Lebih ke alasan praktis juga sebetulnya, lebih cepat proses persiapan dan memasaknya dibandingkan dengan membuat kue ulang tahun. Nah, setelah diberi penjelasan singkat tentang makna masakan mie di hari ulang tahun, Fia pun menikmati mie goreng ulang tahunnya:



Fia Sang Hair Stylist
Tidak bisa melihat saya menganggur, Fia mengambil sisir dan menjadikan rambut saya model untuk dikutak katik. Jadi ingat oma Wilma, yang dulu punya salon di depan rumah waktu kami tinggal di Kampung Ambon. Hmmm....jangan-jangan bakatnya sampai ke Fia kali ya? Well...saya pasrah saja, meski beberapa kali mata saya kecolok sisir rambut. Duh...

Ini lebih ke penampakan ya..hiiiiii


Hmmm...jadi apa rambut saya?


OH MY GOD!


Much better :)


Monopoli lagi...
Selesai berkreasi dengan rambut, ide main monopoli muncul lagi. Cuma kali ini kami bermainnya sambil nonton televisi. Jadi, kurang seru ah, kurang konsentrasi. Ya sudah, kami selingi sekalian dengan foto-foto:





Dining out
Di hari yang sama, keponakan saya, Samuela juga merayakan ulang tahunnya yang ke 14 tahun. Jadi, rencananya kami akan merayakannya bersama dengan makan malam di luar.

Ini dia, birthday girls:




....and their proud mums :)


Enjoying the nite together
Setelah pesanan makanan dan minuman kami tiba, saya menaikkan doa syukur buat Fia dan Samuela, buat para orang tuanya, serta memohon berkat buat makanan dan minuman kami. Kami pun menikmati makanan kami, sambil menikmati suasana malam saung diatas danau yang banyak ikan-ikannya.



Puas makan dan minum, anak-anak berlarian menuju tempat bermain. Perosotan ukuran besar, lumayan untuk mengakomodasi energi bermain mereka hingga berkeringat. Waktu semakin larut, sedikit wejangan dan nasihat buat Samuela dan Fia yang tambah usia menutup kegiatan di hari istimewa ini.

Selamat ulang tahun Fia
Selamat ulang tahun Samuela
Doa kami senantiasa menyertai kalian dimanapun dan apapun yang kalian kerjakan...

Love you so muchhhh :)

Thursday, March 10, 2011

Sudah cukupkah perhatian anda untuk anak-anak anda?

Mama dan papa tidak punya perhatian padaku....
...aku justru dapat perhatian dari teman-temanku dan dari mbak
Aku merasa tidak disayang, kenapa selalu adik yang lebih diperhatikan?
Aku lebih sering dimarahi....


Pernah dapat complains seperti diatas dari anak kita? Saya pernah, kemarin malam, dan pernyataan - pernyataan itu membuat saya kaget dan tidak percaya.
Perasaan semua baik-baik saja selama ini. Di tengah kesibukan saya bekerja dan berorganisasi, RASANYA, saya masih bisa mengikuti dan memantau anak-anak di rumah dan di sekolah. Si mbak di rumah juga rajin saya telpon untuk menanyakan apakah anak-anak makan, makanan yang dimasak sesuai dengan diskusi pagi hari dengannya.

Sepulang kantor, saya tanya bagaimana kegiatan sekolah hari itu. Apakah ada kendala saat belajar di sekolah? Apa yang mereka lakukan saat menunggu di satu sama lain di mobil jemputan, bagaimana kegiatan ekskulnya. Pertanyaan-pertanyaan macam itulah.

Memang sih, tidak sering saya menghabiskan waktu malam hari dengan menemaninya membuat pe er atau menyiapkan agenda sekolah untuk keesokan harinya. Paling, kalau ada kesulitan baru saya turun tangan membantu. Atau kalau ada prakarya yang harus mereka kerjakan, saya usahakan membantu. Dari kantor, sering saya telpon, apakah ada tugas-tugas dari sekolah yang perlu dibeli seperti kertas bufalo, lem, tugas gambar. Jadi bisa saya siapkan sebelum saya tiba di rumah.
Teryata masih kurang bow...

Hal-hal diatas belum CUKUP.

Saya sempat mencoba self-defense saat mendengar complains diatas.

Lah..kemarin waktu cerita-cerita tentang teman-temanmu itu apa? tanyaku balik

Sehari sebelumnya, malam hari saat persiapan agenda selesai, saya menjadi ember mendengar keluh kesahnya tentang pertemanannya. Dan memang, kelihatan emosinya sangat terlibat saat itu.

Iya baru sekali itu, mama...timpalnya lagi..
aku mau lebih sering...

Hmmm....lampu alarm merah sedang berbunyi, peringatan buat saya.
Pendampingan, menjadi teman, dan selalu ada waktu khusus buat bersamanya.

Eng..ing...eng..saatnya kembali mereview kesibukan-kesibukan dan menetapkan prioritas nih.

Ternyata, anak perempuanku sudah bertambah besar sekarang.
Kelas 5 SD.
Sudah pandai mengungkapkan keinginannya dengan tegas dan lugas. Atau...saya yang terlambat menangkap pesan protesnya dari dulu ya?

Uppss....

Wednesday, February 16, 2011

maaf....

Ini surat dari Yosua yang ditulis oleh Fia, kakaknya, tapi kata-katanya asli keluar dari mulut Yosua. Kalimat terakhir baru ditulis sendiri oleh Yosua.



Dari : Yosua
Untuk: Mama
Hal : Permintaan maaf

I'm sorry



Ma, Yosua minta maaf. Karena Yosua menghindar dari masalah. Soalnya waktu tadi Yosua menghindar dari masalah. Begini ceritanya:

Tadi, pas ditelfon [saya menelpon siang dan menanyakan kabar Yosua dan Fia satu per satu- red] Yosua bohong. Tadi sebetulnya Yosua bukan mau main piano. Yosua sebetulnya sedang bermain api dengan kakak. [bagian ini disensor karena tidak ada hubungan dengan konteks permintaan maaf-red]. Sekali lagi Yosua minta maaf ya ma [yang ini asli tulisan Yosua-red]


Terharu saya baca surat ini. Tapi main api? duhhh....

Lepas dari itu, secara tulus dan penuh kebanggaan saya katakan pada Yosua, bahwa saya menghargai keterusterangannya. Saya puji dia dan saya peluk erat-erat. Akhirnya, kami bertiga saling berpelukan setelah sedikit ceramah pendek dari saya.

Atas ijin Yosua, surat ini saya publish di blog ini.
Alangkah indahnya dunia kalau kita bisa seperti anak-anak yang mau menyadari kesalahannya dan mengakuinya satu sama lain.

Thursday, December 23, 2010

SeLAmAt HaRi IbU

Mengenang Mama-ku yang sekarang sudah berada di surga...

Mam,
kalau mama ada sekarang, mama harusnya tinggal sama aku
menemani aku melewati hari-hari seorang ibu dengan dua anak yang sedang bertumbuh
[mama punya tiga anak untuk dibesarkan waktu itu ya mam]



aku pasti akan sering bertanya pada mama,
bagaimana cara menghadapi situasi-situasi rumah tangga saat kita harus menghadapi urusan didalamnya sendirian
[mama pasti punya pengalaman banyak, karena mama kan istrinya pelaut ya mam]




aku ingat, mama punya kesibukan bekerja sendiri. Mama punya salon yang ada di depan rumah. Mama juga aktif berorganisasi waktu itu, kalau tidak salah, Perkumpulan Wanita Maluku, gitu deh..
[salon depan rumah lumayan ramai ya mam, inget waktu itu asisten mama berdiri di pagar rumah, dan menyapa gadis-gadis belia yang lewat di depan rumah untuk ditawarkan kesempatan untuk jadi model praktik di salon]

perihal makanan dan pola makan, kita pasti akan saling mengingatkan akan makanan apa yang kita makan ya mam untuk jaga kesehatan kita. Kabarnya dulu, pola makan mama tidak bagus, senangnya makan makanan kaleng. Tidak bagus itu mama..he..he..tidak boleh sering-sering maksudnya..
[sorry nih mam, aku ngak ingat mama masak atau makanan spesial mama waktu itu. Mama ngak suka masak ya? he..he.he..]

dulu papa pernah cerita bagaimana mama melahirkan aku...
di rumah sakit itu, sudah saatnya mama melahirkan aku
papa mendoakan mama, dan tidak lama kemudian, aku lahir
[untung papa sedang tidak berlayar waktu aku lahir ya ma, mungkin itu sebabnya aku dekat sekali dengan papa hingga saat terakhirnya]




waktu bersama kita memang tidak lama ya mam, cuma sembilan tahun
mohon maaf kalau aku tidak bisa mengingat banyak kenangan kita bersama
aku sedih melihat penderitaan mama waktu itu, terbaring lemah dan tak berdaya
dan akhirnya meninggalkan kami semua untuk selamanya.

Mama tahu? Aku pernah merasakan berada di usia saat mama meninggalkan kami,
Merasakan bagaimana melewati masa-masa itu
Ternyata terbersit rasa sedih, seharusnya mama bisa menjadi mama yang produktif di usia itu

Mama tahu? saat itu justru aku merasa takut
Kalau aku mengalami apa yang mama alami di usia yang sama
[sekarang aku sudah melewati usia itu, 38, dan malu pada diri sendiri dengan perasaan-perasaan yang muncul saat itu he..he..he..]

ketika mama pergi selamanya, aku belum paham benar apa artinya tidak punya mama...
tak ada air mata yang meleleh...
aku hanya terdiam dan sesekali menatap papa disampingku yang mengenakan kacamata hitamnya
[tapi aku bisa merasakan betapa banyak orang yang kehilangan mama
bayangkan, mobil-mobil yang terparkir hampir mengitari blok rumah kita di Kampung Ambon..wah..banyak yang mengantar kepergian mama waktu itu]


Mam, ada satu hal yang mama pernah lakukan yang aku tidak bisa ceritakan disini...
aku melihat mama melakukan sesuatu yang aku tidak pahami saat itu
waktu itu hatiku terluka saat melihatnya...entah mengapa
[kenapa ya mam?...mama mau cerita ngak ya sekarang kalau aku tanya? he..he.he.]

Mam, aku memang tidak seperti anak-anak lain yang merasakan sentuhan dan belaian Ibu mereka saat mereka bertumbuh..
...tidak merasakan perhatian dan pendampingan saat aku menghadapi berbagai-bagai peristiwa hidup hingga aku seperti saat ini
...tidak mengalami bagaimana mama kecewa saat aku tidak menuruti nasihat mama
...tidak mengalami bagiaman mama bahagia saat aku bisa menyenangkan hati mama
...tidak bisa memeluk mama saat mama bersedih
...tidak bisa mencari mama dan menangis untuk menumpahkan kesedihanku
...tidak bisa curhat ke mama untuk segala hal yang ingin aku bagikan buat mama
...tidak ada kenangan yang cukup banyak kenangan kebersamaan kita dimasa lalu

tapi mam
ketidakhadiran mama justru menjadikan aku
sebagaimananya aku saat ini..

thank you mam!
I love you!
Tidak ada mama lain yang bisa menggantikan tempat mama
dalam hatiku..

Happy Mother's Day

PS:
Oh ya..aku mau kasih liat, kreasi Fia di hari Ibu tahun ini, kartu yang dibuatnya untuk aku :)





- cara bacanya: THANK YOU FOR ALL YOUR HELP -



Big hugs and kisses for you mam
Peace in Heaven and till we meet again :)

Thursday, November 18, 2010

One scene of whats you call a real life

Suddenly our new maid said she wanted to go back home in the Idul Adha time. Because it was so sudden I asked why, she said because her sister in Kalimantan wants her to join her. A simple reason to quit so early. I only paid her salary once.

It was Tuesday 9th of November when she asked me that she planned to leave on Sunday 14th. She asked me just in time when I was about to go to work in the morning. What a 'perfect' time, heh? Negotiation was happening, until we agreed that she can leave on Tuesday 16th. I can not force her to stay while she wanted to leave right? I also do not want to retain the person who doesnt want to work with us anymore. I understand that Fia so sad when she waved her goodbye at that night. Gosh...it took quite long time to let her go. She took her a photo. But, you've got to face it. I embraced her...

Fortunately, the next day was holiday. Happy Idul Adha everyone. Someone has brought us a plastic of daging kurban. Think..think..think what to do with that. Keep it safely in the fridge. At the same time, the big family from Depok and Condet came to visit us. God answered Yosua's prayer, that his cousins came to play with him. yesterday he told me that he wished his cousins would come to our house. Next day, voila...here they are. They were going to Kandank Jurang Doank, biking around the complex, playing the computer games and watching a film. Seemed that they had a lovely time together. Until he was too tired at that night. Well..so were all of us actually.

We all woke up when the kids' pick up car sounded a horn. Of course I can't tell her to wait. It would be a 30 minutes of waiting. Too long, I think. So, I prepared everything [breakfast, kids' meal, hot water to bath, uniforms to wear] and drove kids to school. The kids would have arrived on time at school if there has not been many traffics happened on the way to school. The traffics were s***s. As predicted, Fia and Yosua were reluctant to get off the car and enter their class. I cannot force them to do what they dont feel to, can I?

THIS IS WHAT YOU CALL THE REAL LIFE.

Having had such driving situation, now I had to drive back home. Well....I must admit that it was not their fault. But, can't they just go inside their classroom? This was only their first time they came late at this term, and I would take them to the teacher in charge and explain the situation. Nope, didn't work.

Arrived home, I just continued the household stuff at the back of the house. Cloths washing. While inside, Fia was sweeping the floor and washing the dishes in the kitchen. Both of us did it quietly, not even a word. Yosua was sleeping in his room. I felt a bit calm down to see what Fia's been doing. So I took the two ice cream from the fridge and offered her one. We enjoyed it in the living room while we watched the telly until Yosua woke up. The situation was melting. The ice cream really worked as an ice-breaker.

Facebook was one of the stress-release. One or two hours I was there, Yosua came in and asked me to go to my bedroom to find a letter for me.



So sweet. Fia even returned the money I gave her this morning. I smiled and called them to explain why I was disappointed this morning. Hope they listened and understood.

Well kids, being a mom is a grant, being a good mom is a never ending process. My whole life will always be full of learning on how to be one. Remember, even if I want to be a super duper mom, a mom is also a human who sometimes fed up with such situation. Having had that feeling, regrets always come at the end.

Having you two as my children is a priceless gift that God has given me in my life.
I love you kids...

Monday, October 18, 2010

Surat istimewa

Kemarin saya benar-benar merasa badan saya tidak enak.
Pulang satu jam lebih awal, saya langsung makan dan minum obat setiba di rumah, dan masuk kamar untuk tidur.
Kira-kira dua jam, saya terbangun karena Fia masuk membawa secarik kertas.
Masih setengah sadar, saya membaca tulisan di atas kertas putih itu:





Wah..surat yang istimewa buat saya. Terima kasih kembali Fia...senang Fia sudah sembuh dan sehat serta normal kembali. Terima kasih juga untuk doanya.

Saturday, October 16, 2010

Muntah

Sepagian ini Fia muntah. Warnanya kuning dan berlendir.
Sementara, kondisi saya juga lagi meriang dan batuk - batuk, kepala juga masih sakit.
Jadilah sakit menjaga si sakit.

Awalnya, saya kasih teh manis. Keluar lagi.
Bubur ayam well...saya hanya kasih buburnya saja, plain, keluar lagi.
Pocari Sweat saya berikan, keluar lagi.

Segera cari informasi di internet. Kabarnya, kalau muntah berwarna kekuninga itu karena ada yang tidak beres pada pencernaannya, semacam keracunan makanan. Kabarnya pula tidak perlu buru buru dibawa ke dokter. Dipuasakan dulu saja selama sejam. Fia memang kemudian tidak makan apa apa, karena tidur, sampai jam 12 siang. Ketika bangun, saya beri dia sup wortel kentang yang sudah disaring dulu. Setelah itu, saya yakinkan untuk membawanya ke dokter sambil berharap Fia tidak muntah lagi, dan makanan yang dimakannya bisa memberinya kekuatan.

Tiba di RSIB, Fia langsung mengajak ke toilet karena mau muntah. Yah, terpakasa sup yang dimakannyapun, keluar lagi. Setelah itu kita ke UGD yang ternyata penuh dengan pasien. Kalaupun mau menunggu, pasti akan lama. Saya utarakan bahwa saya perlu penanganan yang cepat untuk Fia, dan tidak bisa menunggu lama. AKhirnya diacu ke Poli Umum dengan dokter umum.

Setelah diperiksa, dokter menganjurkan untuk memberi suntikan anti muntah dan diberi obat mual. Obat yang disuntikkan adalah Vomceran injection 4mg/2 ml harganya Rp 38.133. Untungkah ada kamar periksa yang kosong, yang bisa ditempatkan Fia sambil saya menunggu resep dan membayar di kasir. Maklumlah, antrian sangat panjang. Kasihan kalau Fia harus ikut mengantri dalam kondisi mengantuk seperti itu.

Obat minum yang diresepkan adalah: Vomceran tablets 4mg sebanyak sepuluh butir @ Rp 16.867,- dan Pantozol Tablets 20 mg sebanyak sepuluh butir juga @ 18.562,50.
Pulang dari rumah sakit, Fia langsung minum Pantozolnya, karena obat ini harus diminum 30 menit sebelum makan. Setelah itu, saya suapi Fia dengan bubur dan sup. Lumayan, tiga jam selanjutnya tidak ada reaksi muntah. Hanya ada rasa mual, yang kemudian saya langsung berikan Vomceran tablet yang hanya diberikan kalau rasa mual.

Saya curiga penyebab Fia muntah-muntah hari ini adalah karena makanan yang dimakannya di sekolah. Pada hari Jumat, Fia bercerita dia makan beberapa snack pasar yang dibagikan disekolah, yang menyebabkan bekal Fia dari rumah tidak dimakan.
Mungkin karena jumlah yang dibagikan untuk para siswa lumayan banyak, ada beberapa diantaranya yang sudah tidak bagus lagi. Mungkin saja...Nanti perlu diinvestigasi...

Kasihan Fia,get well soon ya..

Tuesday, September 7, 2010

A diary of three surviving days without Yuni Sara

Yuni Sara has gone home for Lebaran Holidays.
She went home joyfully on last Sunday and left me 'tearfully' imagining the days without her for about two weeks. Imagining that my lazy time will be very minimum because I'll be using that time by doing house cleaning, cooking, washing, mopping, etc etc.

She is a smart, energetic, diligent and helpful assistant in my house. She's been with us for three years already so she's about 18 years old by now. She coped most with everything in this household stuff.

She also borrowed books and teens magazines from my library. I recommended romance literature from Bahasa Indonesia section and Gadis magazines.

Kids like her very much. So do I. How can I manage this household business without her help while I work at the same time? Well, Yuni Sara also needs a break, right?
Having worked with us for the last one year especially at this Idul Fitri time, she deserves it. Enjoy your time in your kampung Yuni Sara....
[and please coming back...]

PS: I think I need to write it down in Bahasa Indonesia, just in case she came across and read it later? Just to make sure that she understands. :-)

Day one:
Woke up at 5am
ready to cook
upss...stove didnt work
no wonder
the gas run out
okey
lets start with drinking a glass of water
good for your health if you do it regularly every morning
but
not even a drip of water came out from dispenser tap
no wonder
the water galoon was empty
One hour later,
made a phone call for gas and galoons delivery
now I know the man who assisted Yuni Sara to do these kind of stuff
done
ready for work now

Day Two
Woke up at 5am
ready to cook vegetable soup and chicken stew
cut this, wash that, plunged the vegetables in to the pan, stirred here and there
and voilaaa....wups 7.30am
I supposed to leave for work by that time
I couldn't believe it..
I spent two hours and half
just to cook those two
I thought it supposed to take one and half hours at most
anyway...

felt touchy when I saw Yosua
so busy with his duty
washing all the plates and cups and cooking stuff
and refusing her sister's offer
to play outside for biking
'I'm busy', he was shouting back
so he knows he needed to complete his task
and he worked that out without having me telling him to do so
isn't that so sweet of him?
[it was him who chose to do dishes washing at the first stage]
wuppss...made my way to work, I knew it would be late though

Afternoon-back from work
I saw that clothelines full with the washed cloths
Just found out that Fia managed to wash them all during the day
Very well done, Fia

Day three:
I decided to wake up at 6am
Plan to cook one type of food only
Oriental Seafood Soup - that's what I call it-
A pan of boiled water
chopped garlic
shrimps, ikan kakap fillet and organic tofu
added a tablespoon of fish oil and salt sauce and pepper
Taste it..I think its oriental enough
that's for lunch
I'll balance the nutrition with more vegetables later

Well my third day without Yuni Sara is almost finish today
Realising that my house-duty was not that heavy as I imagined before
Kids are grown up, are they?
I think I now need to teach them about: consistency
So I can consistency have spare time in these times
to enjoy my Idul Fitri break too
well...I'm growing old, you know,
I think that is the fair reason to do that :-)

Thursday, July 1, 2010

For those who are not with us anymore...

One day, Fia showed me this song. She got it from MTV Asia and searched it in Youtube. She likes Mariah Carey.
But this song, triggered us to the memories of those who were leaving this earth peacefully. Both of us so sad when we listened to this song. But through this song, we know that we never really say goodbye to them...


Bye Bye-Mariah Carey w/lyrics

Monday, April 19, 2010

19 April 2010

Mengingat kebesaran dan anugrah Tuhan 10 tahun yang lalu

Hari ini, Fia berulang tahun ke 10 tahun. Ulang tahun pertama untuk usia angka dua dijit.
Hari saat kami diingatkan betapa luar biasanya kasih dan anugrah Tuhan dalam hidup kami.
Saya katakan pada Fia maupun pada siapa saja saat ada kesempatan, bahwa kelahiran Fia adalah bukti keagungan Tuhan yang nyata dalam hidup kami.

Proses kelahiran Fia, meskipun normal, mengalami tahap yang tidak normal. Perkiraan Fia lahir tanggal 12 April. Dokter kandungan menganjurkan, sekiranya dalam satu minggu kemudian tidak terjadi apa-apa, maka saya diminta untuk datang tanggal 19 April untuk diinduksi, supaya bisa melahirkan. Minggu sebelumnya, dokter hanya memeriksa detak jantung bayi dengan menggunakan alat, dan seingat saya, USG terakhir dilakukan saat kehamilan saya berusia 7 bulan.



Akhirnya, Rabu siang, saya siap untuk diinduksi. Pukul 12, suster memasang infus dan kira-kira pukul 3, mulailah perut saya berkontraksi dengan jeda waktu satu jam, setengah jam, dan kontraksi sangat mulai terjadi pukul setengah lima sore.

Akhirnya, pukul delapan lewat lima belas, saya masuk ke kamar bersalin. Gejolak Fia yang mau keluar bak gelombang di perut saya. Suster mengatakan agar saya bertahan dulu, karena dokternya belum datang. Untunglah tidah lama, setelah dokter datang, pukul setengah sembilan kurang, proses kelahiran dapat dimulai. Setelah beberapa saat, ternyata Fia tidak kunjung keluar. Dokter memberi jalan keluar dengan melakukan vakum. Saya merasa tidak ada pilihan lain, maka Fia pun di vakum.



Segera setelah Fia lahir, dokter mengatakan bahwa bayinya terlilit.
Belakangan saya baru menyadari, bahwa jika bayi terlilit, maka induksi dan vacuum tidak diperbolehkan, karena adanya kemungkinan sang bayi terjerat tali pusat yang akan membahayakan hidupnya.



Ajaib Tuhan, Ajaib Tuhan..
Selamat Ulang Tahun, Fia...
How Great Thou Art, How Great Thou Art...

Tuesday, April 13, 2010

Rekreasi...perlu ya?

Akhir pekan,
apalagi kalau bukan meluruskan syaraf-syaraf yang kaku setelah lima hari bekerja.
Saatnya ber-re-kreasi supaya siap menghadapi minggu selanjutnya:-)
-- alasan untuk rileks dan santai-santai dengan keinginan untuk tidak mengerjakan apa apa sebetulnya --.

Sabtu ini, pilihan kami Taman Kota 2, BSD.
Lahannya luas, rimbun dan dilengkapi dengan track untuk mereka yang mau jogging maupun bersepeda. Atau hanya untuk duduk-duduk santai. Ada jembatan penghubung dan aliran sungai membelah areal yang luas ini. Ada juga penjual tanaman-tanaman hias yang indah-indah. Saya membeli media 'tanah' untuk anggrek dan pupuknya. Serta membeli sebuah tanaman melati.



Hari Minggu,
Pilihan jatuh ke Ancol, karena anak-anak ingin bermain pasir dan bom bom car (?)
Untuk yang terakhir, tidak kami temui di Ancol. Mungkin harus masuk ke Dunia Fantasi.
Waktu kami habiskan denga bermain pasir, naik perahu dan makan seafood. Lelah, tapi menyenangkan. (Impaslah, keinginan saya tadinya hanya ingin santai-santai di rumah dan do nothing)

Saya terkesan saat Fia meminjam handphone saya untuk merekam sebuah cerita yang dibintangi oleh Yosua, saat mereka sedang bermain pasir pantai. Judul ceritanya Monster Sambal. Bagaimana Yosua yang terkubur setengah badannya dengan pasir, tiba-tiba bangkit dari 'kuburnya' untuk mengobrak-abrik desa untuk mencari makanannya, Sambal(sambal ini adalah sisa sambal sachet yang kami dapat dari McD), yang diraupnya dan 'seolah-olah' dilahapnya. Saya suka melihat cara Yosua dalam melakukan scene ini. Ia bisa menciptakan cara melahap, tanpa melahap sesungguhnya. Cerita spontan, aktor spontan. Film spontan. (Hmmmm..mungkin bisa dibuat buku ceritanya nanti dan diedit videonya)

Ternyata, momen-momen seperti ini, dapat juga menjadi suatu kesempatan untuk berkreasi bagi anak-anak, yang hasilnya diluar dugaan orang tua. Saya melihat Fia yang berperan sebagai pembawa acara, pembuat cerita serta Yosua sebagai aktor yang dengan 'luwesnya' memainkan peran spontan mengikuti jalan cerita Fia, tanpa ada kesepakatan apa-apa sebelumnya. Spontan dan lucu.

Rekreasi, perlu... karena:

Rekreasi dapat memberi stimulasi hingga merangsang kreatifitas anak-anak untuk berkreasi...
(Ternyata anak-anak perlu sering sering diberi stimulasi untuk merangsang kreatifitasnya, dan orang tua akan dapat melihat hasil kreatifitas mereka yang tak terduga)

Well ..ini adalah satu satu bentuk kegiatan rekreasi di luar rumah.
Ada ide untuk bentuk rekreasi di dalam rumah yang murah meriah tapi tetap mempunyai unsur stimulasi, kreatifitas dan kreasi?

Saturday, March 27, 2010

Kids' works at the weekend

This is the picture of me at Fia's eyes:



I think she pictures me well: glasses, book, iPod, bed, hairspray, lipstick and face-powder.

My future chef in action:
Menu for lunch today: DONBURA

Preparation time:










Ready...


So yummmyyyyyy....