Showing posts with label Yosua. Show all posts
Showing posts with label Yosua. Show all posts

Saturday, April 9, 2022

ketika ia mengatakan: Ya, dengan segenap hatiku

                                             Pengucapan Syukur Peneguhan Sidi Baru 2021

28 Maret 2021

GPIB Bahtera Iman

 

Shalom, selamat siang, selamat hari minggu Bapak Ibu Jemaat sekalian, Para Presbiter bertugas, Pengajar Katekisasi, Pendeta Daniel Lumentut, Ibu  Pendeta Ruth Hadiwi

Ijinkan kami mewakili para orang tua sidi baru untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di acara Pengucapan Syukur kita siang hari ini.

 

Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Daniel Lumentut beserta Presbiter, Pengajar Katekisasi dan juga Komisi PPSDI yang secara khusus sudah  mengajar dan membina  anak-anak kami tentang pokok-pokok iman Kristen yang berpusat pada Yesus Kristus dan berdasar pada Alkitab; begitu pula tentang pemahaman kegerejaan dalam lingkup Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. Tim Pengajar Katekisasi yang juga sudah mendampingi dan membimbing dalam proses pendalaman  iman mereka melalui pelajaran-pelajaran yang diberikan sejak bulan Juli tahun lalu. 


Meskipun pembelajaran ini dilakukan dalam kurun waktu kurang dari setahun, kami yakin dan percaya apa yang sudah ditanamakan Bapak Ibu pada anak-anak kami akan menjadi landasan iman percaya mereka dengan pertolongan roh kudus dalam kehidupan mereka selanjutnya.

 

Kedua, kepada sesama orang tua dari sidi baru, selamat ya bapak ibu, mama dan papa serani. Masih ingatkah janji yang kita ucapkan saat membawa anak-anak kita saat mereka dibaptis? Kita mengaku percaya kepada Allah Tritunggal (Bapa dan Anak dan Roh Kudus) yang telah mengikat perjanjian keselamatan kekal dengan kita sekeluarga, dan karena itu anak-anak kita dibaptis sebagai tanda mereka telah dimasukkan di dalam perjanjian keselamatan tersebut? Janji yang kedua kita percaya bahwa perjanjian keselamatan Allah itu tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan karena itu kita harus dan wajib selalu mengajarkan dan menjelaskannya kepada anak-anak saudara sehingga mereka pun berpegang teguh dan tetap hidup di dalamnya? Dan yang ketiga,  kita berjanji untuk menjadi teladan yang baik kepada anak-anak kita dan mendidik serta membina mereka tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus sesuai pemahaman iman dan ajaran benar, yang berlaku di dalam Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat 

 

Hari ini, dengan penuh syukur dan sukacita, kita membawa anak anak kita mengaku imannya secara pribadi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruslamat mereka. Pengakuan ini menandakan bahwa anak-anak kita mengambil alih dan sekaligus membaharui pengakuan kita sebagai orang tua yang waktu itu kita ucapkan saat mereka dibabtis. 18 tahun kami berusaha memegang janji kami hingga hari ini. Perjalanan panjang, mengharukan dan sedikit melegakan sebetulnya ya. Namun kita bersyukur untuk itu semua itu.

 

Untuk itu, last but not least, Ketiga, kami mengucapkan Selamat Menjadi Warga Sidi Baru Jemaat GPIB BAhtera Iman. Kalian telah diakui dan diterima sebagai pengikut Kristus yang dewasa iman. Karenanya, kalian memiliki tanggungjawab penuh dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan gereja. Kelar hari ini bukan berarti bebas merdeka, tidak perlu mencatat khotbah di gereja ya, tapi ingat, ada pelayanan, panggilan dan pengutusan gereja bagi kalian nanti.

 

Pesan saya ada dua anak-anakku:

1. Apapun yang akan kalian hadapi di langkah kalian selanjutnya....tantangan apapun...tawaran yang menggiurkan bagaimanapun...ingatlah akan hari ini. Secara Pribadi di depan Tuhan dan jemaatnya..kalian sudah mengaku Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat kalian, Dan itu untuk selamanya. Sejak kalian dibabtis hingga hari ini,kalian diteguhkan. Follow Jesus and always have him in your heart.

2. Ingatlah bahwa kami sebagai orang tua juga adalah manusia yang tidak pernah berhenti berproses dan bertumbuh dalam Dia. Kami sadar bahwa kami sudah berjanji untuk menjadi teladan yang baik dan mendidik serta membina kalian tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus, pada waktu yang sama, kami sadari juga bahwa kami  tidak sempurna untuk menjadi teladan kalian. Kadang kami menyebalkan buat kalian, mungkin. Kadang kami memaksakan kehendak, Kadang kami tidak bisa mendengar kalian, atau memahami kalian. Ya, tidak ada sekolah untuk menjadi lulus terbaik sebagai orang tua.

 

Nak,  Kami juga mengalami jatuh bangun dalam pergumulan hidup sebagai orang tua kalian. Namun satu hal yang selalu dan selamanya, dibalik semua itu, kami inginkan kebahagiaan kalian. Dibalik semua itu, kami mengasihi kalian. Teladani Yesus yang sempurna. Bertumbuh kembanglah dalam dinamika hidup kalian  bersamaNya hingga Ia datang kembali.

 

Hidup bersama Yesus tidak pernah membosankan. Catat dan kumpulkan cerita kalian, pengalaman rohani kalian berjalan bersama Yesus, kalian akan lihat Dia nyata dalam kehidupan kita sehari-hari...


Dia hidup! Tuhan Yesua bidup!


Dia ada bahkan dalam hal yang kita anggap paling kecil dan mungkin kita pikir dia tidak akan peduli tentang hal itu. Tapi Dia peduli. 


Jadikan itu cerita iman nyata kalian yang dapat kalian wariskan ke anak cucu kalian nanti bersamaan dengan tugas panggilan kalian yang akan dipercayakan Tuhan Yesus.

 

Tuhan Yesus memberkati Pengucapan Syukur kita hari ini. 

 

# Tulisan ini disiapkan sebagai Ungkapan Syukur Perwakilan Orang Tua Sidi Jemaat Tahun 2020


Yosua Nathanael Latuputty 


Ketika ia mengatakan: Ya, Dengan Segenap Hatiku

Kami yang berbahagia

Perwakilan orang tua SIDI yang membacakan tulisan di atas

 

 

 

Friday, March 4, 2022

 You are my sunshine! 

Setiap anak, pasti akan menyampaikan kebesaran Tuhan dalam hidup orang tuanya. Emaknya apalagi. Bukan hanya saat dia dilahirkan saja, bahkan ketika dia belum disadari keberadaannya. 

Yosua juga begitu. Saat emaknya lg merayap di tali tinggi itu. saya belum tahu kalau Yosua ternyata sudah di perut. 

Mungkin ada yang bertanya..kok bisa? Nah, sebetulnya saya sudah memeriksakan diri saya sebelum mengikuti acara outing teamwork dari kantor ini, mengingat haid saya sudah telat waktu itu. Pagi itu, saya mencoba menggunakan test pack untuk mengetest kehamilan. Mungkin karena masih mengantuk, alat pengukurnya jatuh. Tapi tetap saya gunakan. Sudah diduga kan, hasilnya negatif. Berangkatlah saya ke acara tiga hari outing itu. Kegiatan yang kami lakukan seperti kegiatan outbound pada umumnya...Elvis rope, Flying Fox, Dayung Sampan, sampe terapung-apung di tengah-tengah danau Jatiluhur yang jadi TKP kegiatan waktu itu. Seru dan enjoy aja, kan blom tahu kalau Yosua sudah ada di perut. Bulan selanjutnya, masih belum juga 'tamu' nya datang. Cek lagi, ternyata usia kandungan sudah kurang lebih 8 minggu...kemungkinan besar, saat sedan merayap di tali itu, usia Yosua sudah 4 minggu. Ga heran kalau Yosua jadi anak kinestetik ya.

Lihat perempuan kemeja merah merayap di tali Tinggi itu? 
Itu saya..dan di perut saya, sudah ada Yosua (tanpa saya sadari)


Bayi periang yang menggemaskan


Ulang Tahun ke- 1 --  kembaran donk



Kondangan


Usai tampil di acara perfomance TK


Tahun 2022 ini, Yosua baru saja merayakan ulang tahunnya. Ke 19 tahun. Tahun terakhir masa teenager nya. Semua orang tua pasti punya doa yang dipanjatkan bagi anaknya. Doa yang terbaik bagi anaknya. Aku juga begitu. Tahun lalu dia sudah dewasa secara iman. Aku berharap dia terus bertumbuh dan bertambah imannya padaNya. Tuhan Yesus, serta peka pada panggilan tugas dari-Nya. 


Lulus SMA tahun 2021


Menikmati perjalanan darat Jawa Bali


Proud mum


Perjalanan Yosua masih panjang dan aku tahu pasti akan banyak tantangan. Sebagai orang tua, Saku berdoa dan mengimani bahwa Tuhan Allahku telah menyiapkan rancangan yang terbaik baik Yosua.  Pastinya, perjalanannya pasti akan selalu disertaiNya.

Seperti ayat Alkitab yang kuingatkan padanya sejak dulu, yang diambil dari kitab namanya Yosua 1:9: 

Bukankah telah kuperintahkan kepadamu: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan  Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."


Memulai hidup barunya selepas SMA

So, kejar dan raihlah mimpi-mimpimu Yosua...

Doaku akan selalu menyertaimu.

Selamat Ulang Tahun!

Wednesday, November 5, 2014

Surat Cinta buat Yosua

Ciputat 24 Oktober 2014

Dear Yosua Nathanael Latuputty,

My Gantengkua...nda terasa mama papa harus buat surat retret buat Yosua setelah kami buat untuk Fia beberapa tahun lalu. Artinya, Yosua sudah besar sekarang. Siap memasuki babak kehidupan baru setelah lulus SD nanti.

Mama papa ingat waktu Yosua lahir 11 tahun yang lalu. Kami senang sekali mendapat anak laki-laki. Itu sebabnya Yosua (yang artinya Tuhan adalah Penyelamatku) dilengkapi dengan Nathanael yang artinya hadiah dari Tuhan. Yosua adalah hadiah terindah dari Tuhan buat kehidupan kami.  Dan bertumbuhlah Yosua menjadi besar. Yosua yang aktif, suka dengan kegiatan-kegiatan fisik dan suka dengan tantangan. Pernah suatu kali, Yosua menunjukkan pada papa mama "Wah..tantangan nih Ma" saat Yosua ingin meloncati saluran air/got di gereja. Waktu itu Yosua masih kecil, tapi sudah punya semangat yang sangat besar.

Yosua,
mama papa sangat berharap Yosua bisa menjadi anak yang bertumbuh besar dan takut pada Tuhan.  Suka berdoa dan baca Alkitab juga. Dengan begitu, papa mama nga perlu kawatir lagi, karena kami tahu Yosua pasti akan selalu datang pada Tuhan dalam setiap hal yang dihadapi nanti meskipun mungkin kami sedang tidak bersama Yosua.

Yo,
Semoga ret ret ini bawa manfaat banyak buat dirimu ya. Ret ret ini juga bisa menjadi tonggak untuk menjadi anak yang lebih semangat lagi, aktif dan terus pertahankan semangat belajarmu. Pakailah waktu yang ada untuk mengembangkan potensi mu, misalnya les gitarr :) Dunia ini terbuka lebar buat kesuksesan Yosua.

Kiranya kejujuran, ketangguhan, tidak mudah menyerah ataupun putus asa serta selalu mengasihi Tuhan dan sesama, selalu menjadi bagian dalam hidup Yosua ya.

Selamat ret ret ya Gantengkyuu...
Kiranya ret ret ini memberikan banyak berkat bagimu dan teman-temanmu disana.

Salam dari kami disini yang menantimu di rumah..

Mama, Papa, Fia

-mmuuaacchh- *heart heart heart*

Yosuadan  Mama di Gunung Bromo 2014

We love you Yosua :)
Yosua siap ikut ret ret 3-5 November 2014 - Canossa

Wednesday, March 2, 2011

Selasa 1 Maret 2011

Selamat ulang tahun Nak...
dengan mengingat kelahiranmu delapan tahun lalu
aku berdoa sungguh untuk langkah-langkah hidupmu

berjuanglah dan terus maju seiring dunia yang berputar, anak lelakiku
ikuti perputarannya nak, tapi jangan terhanyut didalamnya
kuasai tali kekangnya dan arahkanlah kemana kau suka

kuingin melihatmu bertumbuh seperti pohon yang besar dan kuat
meminta Dia menebas ranting-ranting pohonmu dan ulat liat pengganggu

ingatlah nak
berikanlah buah pohonmu untuk mereka yang ada disekitarmu
yang membutuhkannya untuk menebus rasa laparnya
biarlah daun daunmu memberi keteduhan bagi mereka yang membutuhkan naungannya

tumbuhlah anak lelakiku
menjadi besarlah dan kokohlah
berakar yang kuat dan biarlah
pucuk pohonmu terus menjulang
seolah ingin mencapai awan di langit
dan daun tuamu senantiasa berganti dengan daun-daun berwarna hijau muda
dan buah - buah pohonmu tak putus memberikan dirinya bagi mereka yang lapar

sukakanlah hati Tuhanmu anak lelakiku
karena manusia masih penuh dengan kelemahan untuk dipuaskan sukanya

yakinlah, Ia sekali-sekali tidak pernah meninggalkanmu
dan kalau suatu saat nanti, kau terdiam
tengadahlah pada langit berbintang di sana
dan lihatlah rembulan penuh yang bersinar bersamanya
ia menyampaikan mata, hati dan senyumku
untukmu...

Wednesday, February 16, 2011

maaf....

Ini surat dari Yosua yang ditulis oleh Fia, kakaknya, tapi kata-katanya asli keluar dari mulut Yosua. Kalimat terakhir baru ditulis sendiri oleh Yosua.



Dari : Yosua
Untuk: Mama
Hal : Permintaan maaf

I'm sorry



Ma, Yosua minta maaf. Karena Yosua menghindar dari masalah. Soalnya waktu tadi Yosua menghindar dari masalah. Begini ceritanya:

Tadi, pas ditelfon [saya menelpon siang dan menanyakan kabar Yosua dan Fia satu per satu- red] Yosua bohong. Tadi sebetulnya Yosua bukan mau main piano. Yosua sebetulnya sedang bermain api dengan kakak. [bagian ini disensor karena tidak ada hubungan dengan konteks permintaan maaf-red]. Sekali lagi Yosua minta maaf ya ma [yang ini asli tulisan Yosua-red]


Terharu saya baca surat ini. Tapi main api? duhhh....

Lepas dari itu, secara tulus dan penuh kebanggaan saya katakan pada Yosua, bahwa saya menghargai keterusterangannya. Saya puji dia dan saya peluk erat-erat. Akhirnya, kami bertiga saling berpelukan setelah sedikit ceramah pendek dari saya.

Atas ijin Yosua, surat ini saya publish di blog ini.
Alangkah indahnya dunia kalau kita bisa seperti anak-anak yang mau menyadari kesalahannya dan mengakuinya satu sama lain.

Thursday, November 18, 2010

One scene of whats you call a real life

Suddenly our new maid said she wanted to go back home in the Idul Adha time. Because it was so sudden I asked why, she said because her sister in Kalimantan wants her to join her. A simple reason to quit so early. I only paid her salary once.

It was Tuesday 9th of November when she asked me that she planned to leave on Sunday 14th. She asked me just in time when I was about to go to work in the morning. What a 'perfect' time, heh? Negotiation was happening, until we agreed that she can leave on Tuesday 16th. I can not force her to stay while she wanted to leave right? I also do not want to retain the person who doesnt want to work with us anymore. I understand that Fia so sad when she waved her goodbye at that night. Gosh...it took quite long time to let her go. She took her a photo. But, you've got to face it. I embraced her...

Fortunately, the next day was holiday. Happy Idul Adha everyone. Someone has brought us a plastic of daging kurban. Think..think..think what to do with that. Keep it safely in the fridge. At the same time, the big family from Depok and Condet came to visit us. God answered Yosua's prayer, that his cousins came to play with him. yesterday he told me that he wished his cousins would come to our house. Next day, voila...here they are. They were going to Kandank Jurang Doank, biking around the complex, playing the computer games and watching a film. Seemed that they had a lovely time together. Until he was too tired at that night. Well..so were all of us actually.

We all woke up when the kids' pick up car sounded a horn. Of course I can't tell her to wait. It would be a 30 minutes of waiting. Too long, I think. So, I prepared everything [breakfast, kids' meal, hot water to bath, uniforms to wear] and drove kids to school. The kids would have arrived on time at school if there has not been many traffics happened on the way to school. The traffics were s***s. As predicted, Fia and Yosua were reluctant to get off the car and enter their class. I cannot force them to do what they dont feel to, can I?

THIS IS WHAT YOU CALL THE REAL LIFE.

Having had such driving situation, now I had to drive back home. Well....I must admit that it was not their fault. But, can't they just go inside their classroom? This was only their first time they came late at this term, and I would take them to the teacher in charge and explain the situation. Nope, didn't work.

Arrived home, I just continued the household stuff at the back of the house. Cloths washing. While inside, Fia was sweeping the floor and washing the dishes in the kitchen. Both of us did it quietly, not even a word. Yosua was sleeping in his room. I felt a bit calm down to see what Fia's been doing. So I took the two ice cream from the fridge and offered her one. We enjoyed it in the living room while we watched the telly until Yosua woke up. The situation was melting. The ice cream really worked as an ice-breaker.

Facebook was one of the stress-release. One or two hours I was there, Yosua came in and asked me to go to my bedroom to find a letter for me.



So sweet. Fia even returned the money I gave her this morning. I smiled and called them to explain why I was disappointed this morning. Hope they listened and understood.

Well kids, being a mom is a grant, being a good mom is a never ending process. My whole life will always be full of learning on how to be one. Remember, even if I want to be a super duper mom, a mom is also a human who sometimes fed up with such situation. Having had that feeling, regrets always come at the end.

Having you two as my children is a priceless gift that God has given me in my life.
I love you kids...

Tuesday, October 26, 2010

Cars that change colours

Yosua boleh memilih hadiah apa yang ia inginkan karena Laporan Sekolah-nya bagus. Jadilah, ia memilih mainan mobil-mobilan di salah satu toko mainan di Bintaro Plaza [iya, dia memilih mainan daripada buku].
Suatu malam, saya heran melihat mainan ini bisa berubah warna, dan kaget mendapatkan ada mainan mobil-mobilan di dalam kulkas. Dan inilah pertunjukan Yosua atas dua mobil-mobilannya yang bisa berubah warna dengan menggunakan air es dan air hangat.

Warna asli:



Perhatikan perbedaan warna kreasi Yosua:









Warna asli:









Saat mengubah-ubah warna mobil ini, Yosua menggunakan air di mangkok kecil, dan menggunakan air dari kulkas dan air panas dari dispenser. Basah di mana-mana.
Dan mamanya masih terheran-heran karena warna mobil yang bisa berubah-ubah dalam waktu sekejab ini. Kok bisa ya? Ck..ck..ck.. mainan jaman sekarang ya

Saturday, October 16, 2010

Belajar dari catatan harian Yosua

Saya minta ijin Yosua untuk mengunduh catatan hariannya ini. Pertama-tama dijelaskan dulu apa itu blog, dan apa konsekuensinya kalau catatan hariannya di unduh disitu. Dan Yosua tidak keberatan. Ia memilih halaman ini yang dianggapnya aman untuk diketahui oleh orang lain. Sementara, ada halaman lain yang saya sendiri tidak boleh membacanya.

Alasan saya ingin mengangkat catatan harian Yosua ini karena beberapa kali Yosua bertanya apa yang hendak kami kerjakan kalau keluar bersama. Belakangan saya ketahui, informasi itu ia butuhkan untuk ditulis di catatan hariannya. Kebetulan sekali, kami menemukan To DO List diary-nya Sponge Bob, dan mulailah Yosua mencatat kegiatan hariannya.

Uniknya, ada nilai yang diberikan untuk pencapaiannya. 100% kalau semua perencanaan kegiatan itu terpenuhi. Contoh kali ini, Yosua menilai 50%. Yuk kita lihat:



1. Tidak ada tanggal, tapi kalau dilihat dari isi kegiatannya, kemungkinan hari libur. Kegiatan bersekolah atau belajar tidak tercantum. Wupss....

2. Main piano tiga kali. Kok saya tidak pernah dengar ya?

3. Istirahat tujuh kali. Jelas sekali anak saya itu :-)

4. Main komputer, SIM PET, dua kali, kalau tidak berebut dengan sang kakak rasanya

5. Main kapal-kapalan. Memang Yosua lagi suka dengan membuat origami kapal laut dan kapal terbang. Dua kali.

6. Ternyata, kebanyakan kegiatan hari itu adalah main. Enaknya masa kanak-kanak itu...

Seandainya, kegiatan harian kita juga direkam seperti ini, kira kira waktu kita akan kita habiskan pada kegiatan apa ya?

Saya teringat waktu jaman kuliah dulu, saat mengikuti kelompok kecil dan belajar tentang waktu, kami diminta untuk mencatat selama seminggu, kegiatan apa saja yang kami lakukan tiap harinya. Dari tabel itu, akan nampak jelas, bagaimana waktu itu kita manfaatkan untuk kegiatan yang paling tidak berguna, seperti nongkrong di warung, sampai dengan belajar atau buat tugas di perpustakaan. Terbukti, paling sedikit waktu yang kita habiskan untuk kegiatan yang terakhir. Nah, list seminggu itu, menjadi penuntun buat kita untuk menjadwalkan kembali kegiatan-kegiatan kita sehingga waktu yang kita habiskan jelas akan terkuras dimana. Kegiatan apa dan berapa banyak waktu akan kita habiskan untuk itu.

Tapi setelah mempunyai jabatan multi di rumah, di tempat kerja, di asosiasi, wah..rasanya, akan penuh sekali daftar saya dalam sehari. Mana yang harus saya dahulukan kalau sudah begini ya? Padahal ada keinginan untuk menuntaskan 50 judul buku di tahun 2010 ini. Wah..sudah tiga bulan tidak buku yang tuntas dibaca. Skala prioritas dan belajar bilang tidak adalah dua hal yang saya pikir penting bagi saya untuk mengatur waktu dan skala kepentingan suatu pekerjaan. Mungkin ini bisa membantu saya untuk mengalokasikan waktu dengan bijaksana. Mudah - mudahan ini bukan sekedar teori saja ya.

Yosua mempunya standard yang tinggi untuk menilai kegiatan hariannya ini. Dari tanda X yang ada seharusnya ia masih bisa dapat angka diatas 50%. Entahlah mungkin ada perhitungan lain darinya.

Well done Yosua, semoga lebih bijaksana lagi mengatur waktunya ya..
Ehemm....mamanya juga yaaa...

Tuesday, September 7, 2010

A diary of three surviving days without Yuni Sara

Yuni Sara has gone home for Lebaran Holidays.
She went home joyfully on last Sunday and left me 'tearfully' imagining the days without her for about two weeks. Imagining that my lazy time will be very minimum because I'll be using that time by doing house cleaning, cooking, washing, mopping, etc etc.

She is a smart, energetic, diligent and helpful assistant in my house. She's been with us for three years already so she's about 18 years old by now. She coped most with everything in this household stuff.

She also borrowed books and teens magazines from my library. I recommended romance literature from Bahasa Indonesia section and Gadis magazines.

Kids like her very much. So do I. How can I manage this household business without her help while I work at the same time? Well, Yuni Sara also needs a break, right?
Having worked with us for the last one year especially at this Idul Fitri time, she deserves it. Enjoy your time in your kampung Yuni Sara....
[and please coming back...]

PS: I think I need to write it down in Bahasa Indonesia, just in case she came across and read it later? Just to make sure that she understands. :-)

Day one:
Woke up at 5am
ready to cook
upss...stove didnt work
no wonder
the gas run out
okey
lets start with drinking a glass of water
good for your health if you do it regularly every morning
but
not even a drip of water came out from dispenser tap
no wonder
the water galoon was empty
One hour later,
made a phone call for gas and galoons delivery
now I know the man who assisted Yuni Sara to do these kind of stuff
done
ready for work now

Day Two
Woke up at 5am
ready to cook vegetable soup and chicken stew
cut this, wash that, plunged the vegetables in to the pan, stirred here and there
and voilaaa....wups 7.30am
I supposed to leave for work by that time
I couldn't believe it..
I spent two hours and half
just to cook those two
I thought it supposed to take one and half hours at most
anyway...

felt touchy when I saw Yosua
so busy with his duty
washing all the plates and cups and cooking stuff
and refusing her sister's offer
to play outside for biking
'I'm busy', he was shouting back
so he knows he needed to complete his task
and he worked that out without having me telling him to do so
isn't that so sweet of him?
[it was him who chose to do dishes washing at the first stage]
wuppss...made my way to work, I knew it would be late though

Afternoon-back from work
I saw that clothelines full with the washed cloths
Just found out that Fia managed to wash them all during the day
Very well done, Fia

Day three:
I decided to wake up at 6am
Plan to cook one type of food only
Oriental Seafood Soup - that's what I call it-
A pan of boiled water
chopped garlic
shrimps, ikan kakap fillet and organic tofu
added a tablespoon of fish oil and salt sauce and pepper
Taste it..I think its oriental enough
that's for lunch
I'll balance the nutrition with more vegetables later

Well my third day without Yuni Sara is almost finish today
Realising that my house-duty was not that heavy as I imagined before
Kids are grown up, are they?
I think I now need to teach them about: consistency
So I can consistency have spare time in these times
to enjoy my Idul Fitri break too
well...I'm growing old, you know,
I think that is the fair reason to do that :-)

Tuesday, April 13, 2010

Rekreasi...perlu ya?

Akhir pekan,
apalagi kalau bukan meluruskan syaraf-syaraf yang kaku setelah lima hari bekerja.
Saatnya ber-re-kreasi supaya siap menghadapi minggu selanjutnya:-)
-- alasan untuk rileks dan santai-santai dengan keinginan untuk tidak mengerjakan apa apa sebetulnya --.

Sabtu ini, pilihan kami Taman Kota 2, BSD.
Lahannya luas, rimbun dan dilengkapi dengan track untuk mereka yang mau jogging maupun bersepeda. Atau hanya untuk duduk-duduk santai. Ada jembatan penghubung dan aliran sungai membelah areal yang luas ini. Ada juga penjual tanaman-tanaman hias yang indah-indah. Saya membeli media 'tanah' untuk anggrek dan pupuknya. Serta membeli sebuah tanaman melati.



Hari Minggu,
Pilihan jatuh ke Ancol, karena anak-anak ingin bermain pasir dan bom bom car (?)
Untuk yang terakhir, tidak kami temui di Ancol. Mungkin harus masuk ke Dunia Fantasi.
Waktu kami habiskan denga bermain pasir, naik perahu dan makan seafood. Lelah, tapi menyenangkan. (Impaslah, keinginan saya tadinya hanya ingin santai-santai di rumah dan do nothing)

Saya terkesan saat Fia meminjam handphone saya untuk merekam sebuah cerita yang dibintangi oleh Yosua, saat mereka sedang bermain pasir pantai. Judul ceritanya Monster Sambal. Bagaimana Yosua yang terkubur setengah badannya dengan pasir, tiba-tiba bangkit dari 'kuburnya' untuk mengobrak-abrik desa untuk mencari makanannya, Sambal(sambal ini adalah sisa sambal sachet yang kami dapat dari McD), yang diraupnya dan 'seolah-olah' dilahapnya. Saya suka melihat cara Yosua dalam melakukan scene ini. Ia bisa menciptakan cara melahap, tanpa melahap sesungguhnya. Cerita spontan, aktor spontan. Film spontan. (Hmmmm..mungkin bisa dibuat buku ceritanya nanti dan diedit videonya)

Ternyata, momen-momen seperti ini, dapat juga menjadi suatu kesempatan untuk berkreasi bagi anak-anak, yang hasilnya diluar dugaan orang tua. Saya melihat Fia yang berperan sebagai pembawa acara, pembuat cerita serta Yosua sebagai aktor yang dengan 'luwesnya' memainkan peran spontan mengikuti jalan cerita Fia, tanpa ada kesepakatan apa-apa sebelumnya. Spontan dan lucu.

Rekreasi, perlu... karena:

Rekreasi dapat memberi stimulasi hingga merangsang kreatifitas anak-anak untuk berkreasi...
(Ternyata anak-anak perlu sering sering diberi stimulasi untuk merangsang kreatifitasnya, dan orang tua akan dapat melihat hasil kreatifitas mereka yang tak terduga)

Well ..ini adalah satu satu bentuk kegiatan rekreasi di luar rumah.
Ada ide untuk bentuk rekreasi di dalam rumah yang murah meriah tapi tetap mempunyai unsur stimulasi, kreatifitas dan kreasi?

Saturday, March 27, 2010

Kids' works at the weekend

This is the picture of me at Fia's eyes:



I think she pictures me well: glasses, book, iPod, bed, hairspray, lipstick and face-powder.

My future chef in action:
Menu for lunch today: DONBURA

Preparation time:










Ready...


So yummmyyyyyy....

Tuesday, November 24, 2009

Intermezzo - me and my boy

Banyak bener perkataannya

Rumah: halo?
Saya: Bicara sama Yosua dong
Rumah-suara teriakan-: YOOO, MAMA MAU BICARAAA
Yosua: Halo
Saya: Yosua apa kabar?
Yosua: baik
Saya: Gimana batuknya?
Yosua: udah enakan
Saya: udah makan?
Yosua: belom
Saya: lagi ngapain?
Yosua: nonton
Saya:Yo, jangan minum air dingin dulu ya?
Yosua: iya
Saya: dadanya olesin minyak kayu putih,
Yosua: iya
Saya: trus pake sendal biar ngak dingin
Yosua: iya
Saya: jangan lupa, abis ini makann
Yosua: iya
Yosua: banyak banget perkataanya
Saya: Yosua inget ngak apa yang barusan mama bilang
Yosua: ngak
Saya: wuahahahaha...oke skarang gini
Saya: kita mulai dari atas ya, mulut, jangan minum air dingin
Saya: turun ke bawah, dada, digosok minyak kayu putih
Saya: paling bawah pake sendal
Saya: Yosua inget?
Yosua: inget..mulai dari mata eh mata...mulut, tidak minum air dingin
Yosua: pake minyak kayu putih
Yosua: pake sendal
Yosua: dan makann
Saya: o iya...berarti mulut dua ya...sama makan
Saya: inget ya..
Yosua: iya ma
Saya: oke deh..sampe nanti ya?
Yosua: daag
(Nov 2009)

Tutah
Suatu hari, saya tiba dirumah dan masih di belakang kemudi di garasi mobil ketika Yosua menghampiri ban mobil belakang dan berusaha untuk mengambil batu di sela-sela ban mobil itu. Waktu itu usianya kira-kira 2 tahun. Melihat usahanya saya berusaha bertanya kesulitannya.

Saya: Tutah Yo? [baca: Susah Yo?--Yosua melafalkan tutah untk kata susah--]
Yosua: apa? sambil tanganya tetap mencoba meraih batu terjepit itu
Saya-dengan suara yang lebih keras menghampirinya-: tutah?
Yosua: apah?
Saya: Susah? -sambil mendampinginya-
Yosua: ohh..tutahhh..-tetap berusaha mengambil batu itu tanpa melihat saya.

Tutah 2
Suatu siang, saya melihat Yosua sedang bermain dengan mainan obengnya untuk membuka sekrup mainan mobil-mobilannya. Kembali saya tegur dia:
Saya: tutah Yo?
Yosua: apa ma?
Saya: tutah?
Yosua: apaaa?
Saya: Susah?
Yosua: ngak kok ma..

Kok panggil Ibu?
Karena tidak masak, kali ini kami memutuskan untuk makan di warung tenda seafood di Depok. Setelah selesai makan, saya meminta bon untuk membayar. Karena ada kembalian, si mbak penjual menyerahkan uang kembalian seraya mengucapkan Terima kasih mbak. Serentak Yosua menimpali dengan suara keras: "Kok panggil mbak, ngak panggil Ibu?"Mbak penjual tadi tersenyum dan berkata " Kan Ibunya masih muda deekk", wah..kalo yang ini saya yang tersipu malu...he..he.he..



Saturday, December 6, 2008

Asisten Dapurku

Suatu hari saat masih sakit di rumah,terpaksa saya harus masak. Mba Ina sakit gigi.So, waktunya turun ke dapur, siap atau tidak! Sehat atau sakit!
Langkah selanjutnya adalah melihat bahan-bahan yang ada di kulkas, dan think..think..masak apa ya?

Ternyata ada: wortel, kentang, tempe, ayam, buncis, daun bawang dan sledri,keju, susu putih. Skarang check bumbu-bumbu: bawang merah, bawang putih, lada...

Rasanya, dengan bahan-bahan ini bisa buat sup, orek tempe dan ayam [diapain ya?]
Bahan yang masih diperlukan adalah bumbu dapur..okey..bisa dibeli di tukang sayur.

Persiapan dimulai. Ini dia persiapan bahan-bahannya:

Bahan sop...
Cara membuatnya:
1. Satu potong daging ayam atau ceker ayam direbus bersama satu panci sup dengan daun seledri dan daun bawang yang diikat jadi satu.

2. Setelah kaldu keluar dan air sudah mendidih, masukan wortel dan kentang (bisa juga divariasikan dengan jagung dan telur puyuh)

3. Bawang bombay (karena tidak ada diganti bawang putih) yang sudah dipotong2, di goreng dengan mentega hingga harum

4. Masukkan dalam panci

5. Tuangi susu dan keju

6. Aduk hingga rata, kemudian masukan pala, lada putih, garam dan kaldu blok secukupnya

Bahan tempe orek...
Cara membuatnya:
1. Tuangi minyak goreng secukupnya, dan goreng tempe yang sudah dipotong-potong

2 Setelah sudah matang dan kering, angkat dan tiriskan

3. Sisa minyak gunakan untuk memasak bumbu-bumbnnya: masukan bawang merah dan bawang putih, laos, daun salam setelah wangi, tuangi kecap manis

4. Setelah tercampur semua, masukan tempe (bisa juga dengan kacang tanah atau teri nasi yang sudah digoreng)

5. Aduk hingga rata
Ini hasilnya: kering, renyah dan manis
Untuk ayam... akhirnya saya memutuskan untuk membuat Ayam Goreng Mentega. Bahannya mudah, hanya bawang putih dan merica yang dihaluskan terus di goreng dengan mentega. Oya biasanya ayam yang sudah dibersihkan, saya baluri dengan bawang putih yang sudah dihaluskan selama satu jam. Supaya lebih terasa bumbunya. Sayangnya, saya menuangkan kecap terlalu banyak. Manis sekali. Selain itu...hiii...ayam ku jadi hitam!!! Well..ayam goreng kecap saya tidak sukses. Mungkin ayam dari kulkas ini masih beku bagian dalamnya karena kelamaan di freezer, jadi saat digoreng, duh...minyaknya loncat sana-loncat sini. Eh, masih juga dalemnya agak kurang mateng..ah...ayam gatot-ku! alias ayam gagal total-ku!...

Oya pekerjaan lebih ringan karena saya punya asisten pribadi yang katanya kalau besar mau jadi Chef! Masak jadi menyenangkan [meskipun Yosua harus bersembunyi di bawah meja makan saat saya menggoreng ayamnya hi..hi..hi..letupan minyak panasnya tu lohh!!]

Ini dia, Chef Yosua:



Note:

Kira-kira bahan-bahan di atas bisa diolah jadi menu apa lagi ya?

Thursday, November 30, 2006

Cautions from children

One day at the afternoon, Fia came to me and told me her story after school time that day.
It was a rainy day, Mum.
Om Slamet picked me up with with an umbrella.
At the back, it was Raymond with his mum.
Then I heard his saying, here's the beautiful. His mum was smiling.
Fia was smiling bashfuly when she finished the story.
On the other night, I asked her to tell her dad the story. We looked each other.
Isn't it a bel that our daughter has spread out her beauty just at her firs level at primary? Hmmm...wait till she grown up! Be careful of your daughter, Mum, Dad!

Last night, it came to Yosua and myself a pen and few papers to draw on.
He drawed a child who played a kite.

Mum...mum...his father ruins the kite
Moreover, he burns it!
Then his mum buys antoher kite for him.
Yosua finished his story.

Why did his father so mean? Dad asked to him.
Yosua didn't asnwer.

Was it because you are afraid when Dad is angry?
Yes...we're frightened when you get angry, Dad! Fia and Yosua expressed their feeling eagerly.

Who else is frighted when I get angry, raise your hand!
Dad said.
Three of us raised our hands.

From now on, I promised I wont get angry explosively anymore! Dad promised.

Then we all smiled.