Showing posts with label Perkembangan Anak. Show all posts
Showing posts with label Perkembangan Anak. Show all posts

Sunday, May 8, 2022

Selamat Ulang Tahun untuk Anak Perempuan Kesayangan

Saat tulisan ini dibuat, kami baru saja mengakhiri video call. Saya memang tidak lagi di rumah bersama mereka. Pembicaraannya pun tidak mulus. Ada sedikit diskusi dalam suatu situasi. Tulisan ini juga sudah terlambat juga sebetulnya dari hari ulang tahunnya. Tapi tetap saya letakkan jadi prioritas untuk menuliskannya. Mengapa? karena tahun ini tahun yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan dan aktivitas perkuliahan sudah berjalan normal setelah dua tahun kuliah daring di rumah karena Covid 19, ada pengalamn pribadi yang sedikit banyaknya memberi pengaruh emosional buat Fia. Dan, saya menyadari bahwa Fia sudah memasuki suatu fase kehidupan yang menempanya menjadi perempuan yang dewasa, mandiri dan kuat. Itu menjadi doa dan harapan saya juga sebetulnya. 

Mencoba lihat sisi positifnya? Saya yakin kalau anak perempuan saya akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan tahan banting. Sekarang saja, saya terkagum-kagum melihat bagaimana dia berespon terhadap dua orang bangsat itu. Kuat. Tentunya juga dengan dukungan kawan-kawan dan sahabatnya ya. Saya beryukur pada Tuhan untuk hal itu. Tentu saja, saya juga berdoa pada Tuhan untuk selalu memberikan kekuatan pada Anak Perempuan saya yang cantik itu. Berdoa juga untuk masa depannya yang gemilang, kebahagiaannya dan pasangan hidupnya yang coco, pas, saling melengkapi, mempunyai ikatan emosional yang positif dan luar biasa dalam pekerjaan Tuhan.Amin,

Kelahiran Fia merupakan sebuah anugerah dan pengalaman yang sangat luar biasa dalam mengalami kasih dan kebesaran Tuhan dalam hidup saya. Seharusnya ia diperkirakaan lahir pada tanggal 12 April. Tapi tanda-tanda kelahiran tidak muncul saat itu. Sesuai anjuran dokter saya harus kembali seminggu sesudahnya untuk melakukan induksi. 

Sebelum hari itu, saya mendapat nasihat baik dari seorang pelayan gereja, Alm Bapak Johannes Kumontoy, yang menyarankan saya unutk minum kuning telur ayam kampung dan madu, supaya saya kuat saat mengejan serta makan satu sendok minyak kelapa supaya persalinan berjalan mulus. Untuk yang terakhir, sangat terbukti, karena suster 'kelicinan' terus saat memeriksa bukaan saya. Tenaga saya tersimpan, karena saya tidak perlu mengejan karena akhirnya dokter melakukan tindakan vakum untuk menarik Fia dari perut.

Mujizatnya adalah, saat saat Fia keluar dari rahim, ternyata ada lehernya terlilit tali pusar. Belakangan saya tahu kalau kondisi bayi seperti itu sangat riskan untuk divakum. How Great Thou Art.Di situlah  kebesaran Tuhan yang luar biasa. Sungguh Anugrah. Fia lahir dengan sehat dan tangisannya meledak setelah orang kesekian, yaitu Bapak Anton Pratomo, omnya, yang datang melihatnya. Saya mengalami sungguh kemurahan dan kebesaran pengasihan Tuhan dalam hidup saya dan Fia. Dan dimulailah hidup sebagai orang tua sejak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Fia melewati masa-masa sekolahnya. Kini Fia sudah berada di Semester 5 Jurusan Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya. Doaku, Fia dilancarkan segala urusan perkuliahannya dan selesai dengan gemilang. Masa depannya cerah bersama Tuhan Yesus dan apa yang dikerjakannya berhasil.

Baju kembaran saya di ultahnya yang pertama, saat dikenakan Fia




Momen saat Fia dibabtis dan disidi: tumbuh menjadi dewasa secara iman


My little baby girl


Ucapan ultah ke 19


Proud mum atas pencapaian Fia menjadi  The Best Student (IPS)


Speech in English


Ladies day out


Saat pertunangan sepupunya , Samuela, yang lahirnya juga di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Fia


Siap menempuh jalur darat mengantarnya kembali ke Surabaya, 24 Maret 2022


Anak perempuan cantikku, hidup akan terus berjalan. Seperti ayat kesayanganmu, cuma kepada Tuhan lah kita mempercayai hidup kita. Męski aku tidak akan selalu bersamamu, tapi yakinkan langkahmu bersama Dia, yang selalu mengasihimu.

Daughter, this may have been a rough year, but I know that only happy things are coming because a daughter as splendid as you deserves every joy in life. May your birthday mark the start of a wondrous year for you.




Beberapa pose saat menjadi model untuk tugas kuliah kawannya

                                                            Bakalan jadi mitra sang ayah

Saturday, April 9, 2022

ketika ia mengatakan: Ya, dengan segenap hatiku

                                             Pengucapan Syukur Peneguhan Sidi Baru 2021

28 Maret 2021

GPIB Bahtera Iman

 

Shalom, selamat siang, selamat hari minggu Bapak Ibu Jemaat sekalian, Para Presbiter bertugas, Pengajar Katekisasi, Pendeta Daniel Lumentut, Ibu  Pendeta Ruth Hadiwi

Ijinkan kami mewakili para orang tua sidi baru untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di acara Pengucapan Syukur kita siang hari ini.

 

Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Daniel Lumentut beserta Presbiter, Pengajar Katekisasi dan juga Komisi PPSDI yang secara khusus sudah  mengajar dan membina  anak-anak kami tentang pokok-pokok iman Kristen yang berpusat pada Yesus Kristus dan berdasar pada Alkitab; begitu pula tentang pemahaman kegerejaan dalam lingkup Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. Tim Pengajar Katekisasi yang juga sudah mendampingi dan membimbing dalam proses pendalaman  iman mereka melalui pelajaran-pelajaran yang diberikan sejak bulan Juli tahun lalu. 


Meskipun pembelajaran ini dilakukan dalam kurun waktu kurang dari setahun, kami yakin dan percaya apa yang sudah ditanamakan Bapak Ibu pada anak-anak kami akan menjadi landasan iman percaya mereka dengan pertolongan roh kudus dalam kehidupan mereka selanjutnya.

 

Kedua, kepada sesama orang tua dari sidi baru, selamat ya bapak ibu, mama dan papa serani. Masih ingatkah janji yang kita ucapkan saat membawa anak-anak kita saat mereka dibaptis? Kita mengaku percaya kepada Allah Tritunggal (Bapa dan Anak dan Roh Kudus) yang telah mengikat perjanjian keselamatan kekal dengan kita sekeluarga, dan karena itu anak-anak kita dibaptis sebagai tanda mereka telah dimasukkan di dalam perjanjian keselamatan tersebut? Janji yang kedua kita percaya bahwa perjanjian keselamatan Allah itu tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan karena itu kita harus dan wajib selalu mengajarkan dan menjelaskannya kepada anak-anak saudara sehingga mereka pun berpegang teguh dan tetap hidup di dalamnya? Dan yang ketiga,  kita berjanji untuk menjadi teladan yang baik kepada anak-anak kita dan mendidik serta membina mereka tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus sesuai pemahaman iman dan ajaran benar, yang berlaku di dalam Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat 

 

Hari ini, dengan penuh syukur dan sukacita, kita membawa anak anak kita mengaku imannya secara pribadi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruslamat mereka. Pengakuan ini menandakan bahwa anak-anak kita mengambil alih dan sekaligus membaharui pengakuan kita sebagai orang tua yang waktu itu kita ucapkan saat mereka dibabtis. 18 tahun kami berusaha memegang janji kami hingga hari ini. Perjalanan panjang, mengharukan dan sedikit melegakan sebetulnya ya. Namun kita bersyukur untuk itu semua itu.

 

Untuk itu, last but not least, Ketiga, kami mengucapkan Selamat Menjadi Warga Sidi Baru Jemaat GPIB BAhtera Iman. Kalian telah diakui dan diterima sebagai pengikut Kristus yang dewasa iman. Karenanya, kalian memiliki tanggungjawab penuh dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan gereja. Kelar hari ini bukan berarti bebas merdeka, tidak perlu mencatat khotbah di gereja ya, tapi ingat, ada pelayanan, panggilan dan pengutusan gereja bagi kalian nanti.

 

Pesan saya ada dua anak-anakku:

1. Apapun yang akan kalian hadapi di langkah kalian selanjutnya....tantangan apapun...tawaran yang menggiurkan bagaimanapun...ingatlah akan hari ini. Secara Pribadi di depan Tuhan dan jemaatnya..kalian sudah mengaku Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat kalian, Dan itu untuk selamanya. Sejak kalian dibabtis hingga hari ini,kalian diteguhkan. Follow Jesus and always have him in your heart.

2. Ingatlah bahwa kami sebagai orang tua juga adalah manusia yang tidak pernah berhenti berproses dan bertumbuh dalam Dia. Kami sadar bahwa kami sudah berjanji untuk menjadi teladan yang baik dan mendidik serta membina kalian tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus, pada waktu yang sama, kami sadari juga bahwa kami  tidak sempurna untuk menjadi teladan kalian. Kadang kami menyebalkan buat kalian, mungkin. Kadang kami memaksakan kehendak, Kadang kami tidak bisa mendengar kalian, atau memahami kalian. Ya, tidak ada sekolah untuk menjadi lulus terbaik sebagai orang tua.

 

Nak,  Kami juga mengalami jatuh bangun dalam pergumulan hidup sebagai orang tua kalian. Namun satu hal yang selalu dan selamanya, dibalik semua itu, kami inginkan kebahagiaan kalian. Dibalik semua itu, kami mengasihi kalian. Teladani Yesus yang sempurna. Bertumbuh kembanglah dalam dinamika hidup kalian  bersamaNya hingga Ia datang kembali.

 

Hidup bersama Yesus tidak pernah membosankan. Catat dan kumpulkan cerita kalian, pengalaman rohani kalian berjalan bersama Yesus, kalian akan lihat Dia nyata dalam kehidupan kita sehari-hari...


Dia hidup! Tuhan Yesua bidup!


Dia ada bahkan dalam hal yang kita anggap paling kecil dan mungkin kita pikir dia tidak akan peduli tentang hal itu. Tapi Dia peduli. 


Jadikan itu cerita iman nyata kalian yang dapat kalian wariskan ke anak cucu kalian nanti bersamaan dengan tugas panggilan kalian yang akan dipercayakan Tuhan Yesus.

 

Tuhan Yesus memberkati Pengucapan Syukur kita hari ini. 

 

# Tulisan ini disiapkan sebagai Ungkapan Syukur Perwakilan Orang Tua Sidi Jemaat Tahun 2020


Yosua Nathanael Latuputty 


Ketika ia mengatakan: Ya, Dengan Segenap Hatiku

Kami yang berbahagia

Perwakilan orang tua SIDI yang membacakan tulisan di atas

 

 

 

Saturday, October 16, 2010

Belajar dari catatan harian Yosua

Saya minta ijin Yosua untuk mengunduh catatan hariannya ini. Pertama-tama dijelaskan dulu apa itu blog, dan apa konsekuensinya kalau catatan hariannya di unduh disitu. Dan Yosua tidak keberatan. Ia memilih halaman ini yang dianggapnya aman untuk diketahui oleh orang lain. Sementara, ada halaman lain yang saya sendiri tidak boleh membacanya.

Alasan saya ingin mengangkat catatan harian Yosua ini karena beberapa kali Yosua bertanya apa yang hendak kami kerjakan kalau keluar bersama. Belakangan saya ketahui, informasi itu ia butuhkan untuk ditulis di catatan hariannya. Kebetulan sekali, kami menemukan To DO List diary-nya Sponge Bob, dan mulailah Yosua mencatat kegiatan hariannya.

Uniknya, ada nilai yang diberikan untuk pencapaiannya. 100% kalau semua perencanaan kegiatan itu terpenuhi. Contoh kali ini, Yosua menilai 50%. Yuk kita lihat:



1. Tidak ada tanggal, tapi kalau dilihat dari isi kegiatannya, kemungkinan hari libur. Kegiatan bersekolah atau belajar tidak tercantum. Wupss....

2. Main piano tiga kali. Kok saya tidak pernah dengar ya?

3. Istirahat tujuh kali. Jelas sekali anak saya itu :-)

4. Main komputer, SIM PET, dua kali, kalau tidak berebut dengan sang kakak rasanya

5. Main kapal-kapalan. Memang Yosua lagi suka dengan membuat origami kapal laut dan kapal terbang. Dua kali.

6. Ternyata, kebanyakan kegiatan hari itu adalah main. Enaknya masa kanak-kanak itu...

Seandainya, kegiatan harian kita juga direkam seperti ini, kira kira waktu kita akan kita habiskan pada kegiatan apa ya?

Saya teringat waktu jaman kuliah dulu, saat mengikuti kelompok kecil dan belajar tentang waktu, kami diminta untuk mencatat selama seminggu, kegiatan apa saja yang kami lakukan tiap harinya. Dari tabel itu, akan nampak jelas, bagaimana waktu itu kita manfaatkan untuk kegiatan yang paling tidak berguna, seperti nongkrong di warung, sampai dengan belajar atau buat tugas di perpustakaan. Terbukti, paling sedikit waktu yang kita habiskan untuk kegiatan yang terakhir. Nah, list seminggu itu, menjadi penuntun buat kita untuk menjadwalkan kembali kegiatan-kegiatan kita sehingga waktu yang kita habiskan jelas akan terkuras dimana. Kegiatan apa dan berapa banyak waktu akan kita habiskan untuk itu.

Tapi setelah mempunyai jabatan multi di rumah, di tempat kerja, di asosiasi, wah..rasanya, akan penuh sekali daftar saya dalam sehari. Mana yang harus saya dahulukan kalau sudah begini ya? Padahal ada keinginan untuk menuntaskan 50 judul buku di tahun 2010 ini. Wah..sudah tiga bulan tidak buku yang tuntas dibaca. Skala prioritas dan belajar bilang tidak adalah dua hal yang saya pikir penting bagi saya untuk mengatur waktu dan skala kepentingan suatu pekerjaan. Mungkin ini bisa membantu saya untuk mengalokasikan waktu dengan bijaksana. Mudah - mudahan ini bukan sekedar teori saja ya.

Yosua mempunya standard yang tinggi untuk menilai kegiatan hariannya ini. Dari tanda X yang ada seharusnya ia masih bisa dapat angka diatas 50%. Entahlah mungkin ada perhitungan lain darinya.

Well done Yosua, semoga lebih bijaksana lagi mengatur waktunya ya..
Ehemm....mamanya juga yaaa...

Monday, April 19, 2010

19 April 2010

Mengingat kebesaran dan anugrah Tuhan 10 tahun yang lalu

Hari ini, Fia berulang tahun ke 10 tahun. Ulang tahun pertama untuk usia angka dua dijit.
Hari saat kami diingatkan betapa luar biasanya kasih dan anugrah Tuhan dalam hidup kami.
Saya katakan pada Fia maupun pada siapa saja saat ada kesempatan, bahwa kelahiran Fia adalah bukti keagungan Tuhan yang nyata dalam hidup kami.

Proses kelahiran Fia, meskipun normal, mengalami tahap yang tidak normal. Perkiraan Fia lahir tanggal 12 April. Dokter kandungan menganjurkan, sekiranya dalam satu minggu kemudian tidak terjadi apa-apa, maka saya diminta untuk datang tanggal 19 April untuk diinduksi, supaya bisa melahirkan. Minggu sebelumnya, dokter hanya memeriksa detak jantung bayi dengan menggunakan alat, dan seingat saya, USG terakhir dilakukan saat kehamilan saya berusia 7 bulan.



Akhirnya, Rabu siang, saya siap untuk diinduksi. Pukul 12, suster memasang infus dan kira-kira pukul 3, mulailah perut saya berkontraksi dengan jeda waktu satu jam, setengah jam, dan kontraksi sangat mulai terjadi pukul setengah lima sore.

Akhirnya, pukul delapan lewat lima belas, saya masuk ke kamar bersalin. Gejolak Fia yang mau keluar bak gelombang di perut saya. Suster mengatakan agar saya bertahan dulu, karena dokternya belum datang. Untunglah tidah lama, setelah dokter datang, pukul setengah sembilan kurang, proses kelahiran dapat dimulai. Setelah beberapa saat, ternyata Fia tidak kunjung keluar. Dokter memberi jalan keluar dengan melakukan vakum. Saya merasa tidak ada pilihan lain, maka Fia pun di vakum.



Segera setelah Fia lahir, dokter mengatakan bahwa bayinya terlilit.
Belakangan saya baru menyadari, bahwa jika bayi terlilit, maka induksi dan vacuum tidak diperbolehkan, karena adanya kemungkinan sang bayi terjerat tali pusat yang akan membahayakan hidupnya.



Ajaib Tuhan, Ajaib Tuhan..
Selamat Ulang Tahun, Fia...
How Great Thou Art, How Great Thou Art...

Tuesday, April 13, 2010

Rekreasi...perlu ya?

Akhir pekan,
apalagi kalau bukan meluruskan syaraf-syaraf yang kaku setelah lima hari bekerja.
Saatnya ber-re-kreasi supaya siap menghadapi minggu selanjutnya:-)
-- alasan untuk rileks dan santai-santai dengan keinginan untuk tidak mengerjakan apa apa sebetulnya --.

Sabtu ini, pilihan kami Taman Kota 2, BSD.
Lahannya luas, rimbun dan dilengkapi dengan track untuk mereka yang mau jogging maupun bersepeda. Atau hanya untuk duduk-duduk santai. Ada jembatan penghubung dan aliran sungai membelah areal yang luas ini. Ada juga penjual tanaman-tanaman hias yang indah-indah. Saya membeli media 'tanah' untuk anggrek dan pupuknya. Serta membeli sebuah tanaman melati.



Hari Minggu,
Pilihan jatuh ke Ancol, karena anak-anak ingin bermain pasir dan bom bom car (?)
Untuk yang terakhir, tidak kami temui di Ancol. Mungkin harus masuk ke Dunia Fantasi.
Waktu kami habiskan denga bermain pasir, naik perahu dan makan seafood. Lelah, tapi menyenangkan. (Impaslah, keinginan saya tadinya hanya ingin santai-santai di rumah dan do nothing)

Saya terkesan saat Fia meminjam handphone saya untuk merekam sebuah cerita yang dibintangi oleh Yosua, saat mereka sedang bermain pasir pantai. Judul ceritanya Monster Sambal. Bagaimana Yosua yang terkubur setengah badannya dengan pasir, tiba-tiba bangkit dari 'kuburnya' untuk mengobrak-abrik desa untuk mencari makanannya, Sambal(sambal ini adalah sisa sambal sachet yang kami dapat dari McD), yang diraupnya dan 'seolah-olah' dilahapnya. Saya suka melihat cara Yosua dalam melakukan scene ini. Ia bisa menciptakan cara melahap, tanpa melahap sesungguhnya. Cerita spontan, aktor spontan. Film spontan. (Hmmmm..mungkin bisa dibuat buku ceritanya nanti dan diedit videonya)

Ternyata, momen-momen seperti ini, dapat juga menjadi suatu kesempatan untuk berkreasi bagi anak-anak, yang hasilnya diluar dugaan orang tua. Saya melihat Fia yang berperan sebagai pembawa acara, pembuat cerita serta Yosua sebagai aktor yang dengan 'luwesnya' memainkan peran spontan mengikuti jalan cerita Fia, tanpa ada kesepakatan apa-apa sebelumnya. Spontan dan lucu.

Rekreasi, perlu... karena:

Rekreasi dapat memberi stimulasi hingga merangsang kreatifitas anak-anak untuk berkreasi...
(Ternyata anak-anak perlu sering sering diberi stimulasi untuk merangsang kreatifitasnya, dan orang tua akan dapat melihat hasil kreatifitas mereka yang tak terduga)

Well ..ini adalah satu satu bentuk kegiatan rekreasi di luar rumah.
Ada ide untuk bentuk rekreasi di dalam rumah yang murah meriah tapi tetap mempunyai unsur stimulasi, kreatifitas dan kreasi?

Saturday, March 27, 2010

Kids' works at the weekend

This is the picture of me at Fia's eyes:



I think she pictures me well: glasses, book, iPod, bed, hairspray, lipstick and face-powder.

My future chef in action:
Menu for lunch today: DONBURA

Preparation time:










Ready...


So yummmyyyyyy....

Wednesday, March 24, 2010

Kacamata buat Fia

Jangan pernah mengacuhkan keluhan si kecil, seberapa sepelenya pun keluhan itu. Hal ini terjadi saat pertama kali saya mengganti kacamata tahun lalu. Saat itu, Fia tampak antusias sekali dengan kacamata yang saya kenakan. Fia ingin sekali mengenakan kacamata. Berulang-ulang saya katakan, untuk tidak mengenakan kacamata saya agar matanya tidak 'rusak'

Setelah beberapa saat kemudian, Fia mengeluhkan kalau ia merasa perlu memeriksakan matanya ke doketer, karena ia merasa agak kesulitan untuk membaca. Saat itu, saya pikir, Fia hanya ingin 'gaya-gaya'an dengan kacamata.

Selang beberapa bulan kemudian, saya mulai memperhatikan bagaimana Fia sering memicingkan matanya jika melihat objek tertentu. Saat ia menonton televisi, saat ia mengalihkan pandagannya untuk melihat sesuatu, beberapa kali saya memergokinya ia memicingkan mata.

Akhirnya, setelah acara keluarga hari Sabtu lalu, beberapa orang memberi masukan buat saya bahwa Fia perlu diperiksa matanya. Seorang mengatakan seraya menunjukkan bagaiman Fia menonton televisi dan seorang lain mengatakan bahwa Fia pernah bilang padanya, kalau ia merasa kesulitan untuk melihat tulisan di papan tulis di kelas saat ia duduk di deretan bangku belakang.

Saya mencari waktu yang pas untuk membawanya ke dokter mata. Ternyata, pemeriksaan membuktikan bahwa mata kanan Fia mengalami koreksi minus 1,5 dan mata kirinya minus 2. Serta keduanya mengalami silinder 0,5. Menurut pak dokter, koreksi ini terjadi karena terlalu sering menggunakan mata untuk ajrak pandang yang dekat seperti membaca buku dan menggunakan komputer. Hal ini dapat disiasati dengan melatih pandangan mata dengan memandang objek-objek jauh, apalagi setelah membaca dan menggunakan komputer. Bisa berkurang, apalagi kalau dibawa dalam doa, demikian kata pak dokter. Ternyata, Fia baru mengakui kalau kesulitan membacanya ini telah ia alami saat semester pertama sekolah, tahun lalu. --Saat saya mengenakan kacamata saya yang sering ia main-mainkan saat itu--

Ya ampun...,betapa saya sudah mengacuhkan keluhanannya saat itu....tersusup perasaan menyesal dalam hati. Maaf ya kak..Seharusnya tidak perlu menunggu demikian lama untuk melakukan pemeriksaan mata.

Kemarin sore, kacamatanya siap dipakai. Setelah dikenakan, tampak senyum sumringah Fia menghias wajahnya dan spontan ia berkata, sekarang aku bisa melihat lebih jelas, Ma...lalu ia bereksperimen dengan kacamatanya sambil mencoba-coba melihat objek-objek disekitarnya seraya membandingkan dengan melihatnya tanpa dan dengan kacamatanya.

Senang melihat Fia bisa senyum lebar lagi.

Tuesday, November 24, 2009

Intermezzo - me and my boy

Banyak bener perkataannya

Rumah: halo?
Saya: Bicara sama Yosua dong
Rumah-suara teriakan-: YOOO, MAMA MAU BICARAAA
Yosua: Halo
Saya: Yosua apa kabar?
Yosua: baik
Saya: Gimana batuknya?
Yosua: udah enakan
Saya: udah makan?
Yosua: belom
Saya: lagi ngapain?
Yosua: nonton
Saya:Yo, jangan minum air dingin dulu ya?
Yosua: iya
Saya: dadanya olesin minyak kayu putih,
Yosua: iya
Saya: trus pake sendal biar ngak dingin
Yosua: iya
Saya: jangan lupa, abis ini makann
Yosua: iya
Yosua: banyak banget perkataanya
Saya: Yosua inget ngak apa yang barusan mama bilang
Yosua: ngak
Saya: wuahahahaha...oke skarang gini
Saya: kita mulai dari atas ya, mulut, jangan minum air dingin
Saya: turun ke bawah, dada, digosok minyak kayu putih
Saya: paling bawah pake sendal
Saya: Yosua inget?
Yosua: inget..mulai dari mata eh mata...mulut, tidak minum air dingin
Yosua: pake minyak kayu putih
Yosua: pake sendal
Yosua: dan makann
Saya: o iya...berarti mulut dua ya...sama makan
Saya: inget ya..
Yosua: iya ma
Saya: oke deh..sampe nanti ya?
Yosua: daag
(Nov 2009)

Tutah
Suatu hari, saya tiba dirumah dan masih di belakang kemudi di garasi mobil ketika Yosua menghampiri ban mobil belakang dan berusaha untuk mengambil batu di sela-sela ban mobil itu. Waktu itu usianya kira-kira 2 tahun. Melihat usahanya saya berusaha bertanya kesulitannya.

Saya: Tutah Yo? [baca: Susah Yo?--Yosua melafalkan tutah untk kata susah--]
Yosua: apa? sambil tanganya tetap mencoba meraih batu terjepit itu
Saya-dengan suara yang lebih keras menghampirinya-: tutah?
Yosua: apah?
Saya: Susah? -sambil mendampinginya-
Yosua: ohh..tutahhh..-tetap berusaha mengambil batu itu tanpa melihat saya.

Tutah 2
Suatu siang, saya melihat Yosua sedang bermain dengan mainan obengnya untuk membuka sekrup mainan mobil-mobilannya. Kembali saya tegur dia:
Saya: tutah Yo?
Yosua: apa ma?
Saya: tutah?
Yosua: apaaa?
Saya: Susah?
Yosua: ngak kok ma..

Kok panggil Ibu?
Karena tidak masak, kali ini kami memutuskan untuk makan di warung tenda seafood di Depok. Setelah selesai makan, saya meminta bon untuk membayar. Karena ada kembalian, si mbak penjual menyerahkan uang kembalian seraya mengucapkan Terima kasih mbak. Serentak Yosua menimpali dengan suara keras: "Kok panggil mbak, ngak panggil Ibu?"Mbak penjual tadi tersenyum dan berkata " Kan Ibunya masih muda deekk", wah..kalo yang ini saya yang tersipu malu...he..he.he..



Thursday, November 20, 2008

Chicken pox 4!!!

selasa 18 november 08. 9.20 pagi
Sebuah pesan masuk ke hape saya.
Isinya kurang lebih mengatakan bahwa Fia belum sembuh karena sisa cacarnya belum kering semua. Masih harus dirumah hingga titik-titik hitamnya mengelupas. Untunglah supir masih di sekolah jadi bisa sekalian menjemputnya segera. Kasihan Fia, belakangan saya baru tahu kalau ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran di kelas bersama teman-temannya. Ketika saya balas pesan itu, kapan Fia bisa sekolah, jawabannya adalah saat semua bekas-bekas cacarnya sudah mengering. Pengirim pesannya itu adalah Wali Kelas Fia, yang anaknya juga terkena cacar air.