Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Saturday, October 16, 2010

Muntah

Sepagian ini Fia muntah. Warnanya kuning dan berlendir.
Sementara, kondisi saya juga lagi meriang dan batuk - batuk, kepala juga masih sakit.
Jadilah sakit menjaga si sakit.

Awalnya, saya kasih teh manis. Keluar lagi.
Bubur ayam well...saya hanya kasih buburnya saja, plain, keluar lagi.
Pocari Sweat saya berikan, keluar lagi.

Segera cari informasi di internet. Kabarnya, kalau muntah berwarna kekuninga itu karena ada yang tidak beres pada pencernaannya, semacam keracunan makanan. Kabarnya pula tidak perlu buru buru dibawa ke dokter. Dipuasakan dulu saja selama sejam. Fia memang kemudian tidak makan apa apa, karena tidur, sampai jam 12 siang. Ketika bangun, saya beri dia sup wortel kentang yang sudah disaring dulu. Setelah itu, saya yakinkan untuk membawanya ke dokter sambil berharap Fia tidak muntah lagi, dan makanan yang dimakannya bisa memberinya kekuatan.

Tiba di RSIB, Fia langsung mengajak ke toilet karena mau muntah. Yah, terpakasa sup yang dimakannyapun, keluar lagi. Setelah itu kita ke UGD yang ternyata penuh dengan pasien. Kalaupun mau menunggu, pasti akan lama. Saya utarakan bahwa saya perlu penanganan yang cepat untuk Fia, dan tidak bisa menunggu lama. AKhirnya diacu ke Poli Umum dengan dokter umum.

Setelah diperiksa, dokter menganjurkan untuk memberi suntikan anti muntah dan diberi obat mual. Obat yang disuntikkan adalah Vomceran injection 4mg/2 ml harganya Rp 38.133. Untungkah ada kamar periksa yang kosong, yang bisa ditempatkan Fia sambil saya menunggu resep dan membayar di kasir. Maklumlah, antrian sangat panjang. Kasihan kalau Fia harus ikut mengantri dalam kondisi mengantuk seperti itu.

Obat minum yang diresepkan adalah: Vomceran tablets 4mg sebanyak sepuluh butir @ Rp 16.867,- dan Pantozol Tablets 20 mg sebanyak sepuluh butir juga @ 18.562,50.
Pulang dari rumah sakit, Fia langsung minum Pantozolnya, karena obat ini harus diminum 30 menit sebelum makan. Setelah itu, saya suapi Fia dengan bubur dan sup. Lumayan, tiga jam selanjutnya tidak ada reaksi muntah. Hanya ada rasa mual, yang kemudian saya langsung berikan Vomceran tablet yang hanya diberikan kalau rasa mual.

Saya curiga penyebab Fia muntah-muntah hari ini adalah karena makanan yang dimakannya di sekolah. Pada hari Jumat, Fia bercerita dia makan beberapa snack pasar yang dibagikan disekolah, yang menyebabkan bekal Fia dari rumah tidak dimakan.
Mungkin karena jumlah yang dibagikan untuk para siswa lumayan banyak, ada beberapa diantaranya yang sudah tidak bagus lagi. Mungkin saja...Nanti perlu diinvestigasi...

Kasihan Fia,get well soon ya..

Thursday, November 20, 2008

Chicken pox 4!!!

selasa 18 november 08. 9.20 pagi
Sebuah pesan masuk ke hape saya.
Isinya kurang lebih mengatakan bahwa Fia belum sembuh karena sisa cacarnya belum kering semua. Masih harus dirumah hingga titik-titik hitamnya mengelupas. Untunglah supir masih di sekolah jadi bisa sekalian menjemputnya segera. Kasihan Fia, belakangan saya baru tahu kalau ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran di kelas bersama teman-temannya. Ketika saya balas pesan itu, kapan Fia bisa sekolah, jawabannya adalah saat semua bekas-bekas cacarnya sudah mengering. Pengirim pesannya itu adalah Wali Kelas Fia, yang anaknya juga terkena cacar air.

Chicken pox 3!!!

jumat 14 november 08.malam
secara fisik, Fia sudah tidak mengeluhkan apa-apa lagi.
Nampak titik-itik hitam di beberapa spot tubuhnya yang mulai mengering. Kami pikir, inilah saatnya ke dokter untuk menanyakan apakah Fia sudah bisa kembali ke sekolah 9sekalian minta surat keterangan dokter bahwa Fia memang sakit cacar air. Kesan pertama dokter anak yang kami kunjungi adalah Fia belum sembuh benar. Inilah saatnya si virus varisela itu mencari korban barunya. Kalaupun dipaksakan masuk, akan menular ke teman-temannya yang lain. Jadi dokter menganjurkan untuk istirahat di rumah hingga hari senin dengan perkiraan sisa-sisa cacarnya sudah mengering. Setelah memberikan surat keterangan istirahat di rumah, dokter memberikan resep untuk Fia. Tahu apa yang diresepkan dokter padanya? krim Acyclovir 5% namanya Clinovir, Pil Clinovir (yang juga mengandung acyclovir namun untuk konsumsi oral). Dokter menyebutnya obat anti virus, sirup vitamin yang dikonsumsi sesudah sakit, dan racikan kapsul antibiotik. Total semua 300 ribuan rupiah. Ternyata apa yang sudah kami berikan beberapa waktu lalu Zovirax (acyclovir oral) dan krim Acyclovir 5% yang generiknya sudha benar. Hanya takaran saja, waktu itu seharusnya dikonsumsi sehari tiga kali. Well...saya tidak menyesal dengan keputusan menjaga dan merawat Fia dirumah dalam masa-masa penyembuhan tanpa membawanya ke dokter at the first stage. Karena treatment yang kami berikan ternyata tidak meleset jauh dari obat yang dokter berikan padanya. Untuk Zovirax lihat: http://www.drugs.com/zovirax.html.

Wednesday, November 12, 2008

Chicken pox 2!!

senin sore
pulang dari sekolah, mendapati secarik kertas di atas tempat tidur di kamar.

ooohhh...such a sweet thing...
tulisan itu menghapus semua keletihan
dan terkuaklah rasa haru dari hati yang paling dalam...

terima kasih, Fia....
ini sangat berarti...

Sunday, November 9, 2008

Chicken pox!!!

jumat pagi
'ma aku rasa badanku ngga enak. perutku sakit tapi ngga seperti biasanyakata fia
coba duduk tenang dan trus makan dulu
Keluhan ini biasa terdengar dan biasanya akan selesai masalahnya di toilet.
Beberapa saat setelah makan, ternyata tidak ada perubahan apa-apa.
Ibu, di perut Fia ada beberapa tonjolan kecil...kata mba Yuni.
Wah.....Fia kena cacar air nih...

Karena pagi itu ada ulangan perbaikan matematikan, Fia tetap pergi sekolah.
Setelah selesai mengikuti ulangan perbaikan, Fia pulang.
Sebelumnya Ibu Wali Kelas memberitahu kalau minggu depan sebetulnya adalah minggu yang padat. Akan ada dua ulangan formatif (atau PST, saya lupa) Sains dan IPS.
Kalau bisa, Fia datang hanya untuk ulangannya saja, bu katanya.
Tapi, Fia kan sakit.
Ah ... tak apa. Dari pada ketinggalan pelajaran? imbuhnya lagi.
Saya tidak bisa jawab apa-apa.

Jujur saja, sebetulnya saya gugup.
Badannya tidak panas. Tapi tidak tahu apa tindakan yang tepat.

jumat sore.
Harusnya sore ini ke dokter. Tapi hujan keras.
Setelah melakukan browsing di internet, kami sepakat untuk tidak membawanya ke dokter hari ini.
Saran dari nurse sekolah, kami perhatikan:
- minum air yang banyak
- mandi dengan tambahan cairan PK
- olesi lotion anti gatal
- kalau panas, berikan parasetamol
'Sedapat mungkin istirahat. Kalau si anak pergi ke sekolah, selain kasihan anaknya karena badannya tidak sehat, juga kemungkinan terjadinya penularan bagi teman-nya yang lain' demikian saran tambahan dari nurse.

Saya teringat ucapan Ibu Wali Kelas yang mengatakan di salah satu kelas, ada 13 anak tidak masuk sekolah karena cacar air.

sabtu/minggu
Lama kelamaan, lesi-nya mulai bermunculan. Di punggung, di perut, di dada, di kepala, bahkan di muka, telinga dan bibir bahkan MULUT!!Kasihan Fia.
Akhirnya kami menemukan obat oral untuk mengurangi rasa gatal itu. Zovirax. Dan krem khusus untuk lesi ini namanya:Acyclovir 5%. Menurut apotekernya, krem ini khusus untuk cacar air. Sedangkan calamin untuk penghilang gatal saja. Bahkan ia menyarankan untuk di muka, bisa digunakan parutan jagung manis kemudian di oleskan di muka, agar tidak tertinggal bekas lesi-nya.

Orang tua hanya perlu bersabar menghadapi kerewelan anak saat ia rasa gatal tapi tidak boleh menyentuh apalagi menggaruk tubuhnya. Bisa dibayangkan bukan?

So, jalan keluarnya adalah saat terasa gatal, Fia hanya perlu bilang di mana dan saya akan ambil tisu dan menggaruknya secara perlahan DISEKITAR lesinya.

Melihat kondisi Fia yang memang tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, membuat saya berpikir, bagaimana ia dapat belajar bahkan mengikuti tes sekolahnya ya?

senin
Hari pertama minggu baru. Kembali bekerja lagi. To do list untuk mba Ina dan mba Yuni untuk lebih ekstra menjaga Fia.
Pagi ini hanya saya dan Yosua yang keluar untuk beraktifitas.
Oya...sebetulnya kami juga sedang menghitung waktu...kapan giliran Yosua.

Dihindari atau justru dibiarkan mengalami penyakit ini sebetulnya juga pilihan orang tua bagi anak-anaknya.

Informasi tentang cacar air (chicken pox):
http://kidshealth.org/parent/infections/skin/chicken_pox.html
http://www.sehatgroup.web.id/guidelines/isiGuide.asp?guideID=9