Tuesday, September 14, 2010

Bali: Pulau Lembongan dan Pantai Kuta

Liburan kali ini ke Bali lagi. Hitung hitung untuk menebus janji liburan kenaikan kelas Fia dan Yosua, yang terus tertunda. Selain itu juga sebagai tebusan karena mereka sering ditinggal untuk urusan orang tuanya. Wah..kalau ini berasa memberi suap buat mereka :-) Intinya, berlibur...keluar dari rutinitas. So, tanggal 13-16 Agustus 2010, kami menuju Bali dengan tujuan pertama Nathan hotel di Kuta, kemudian seharian mengikuti cruising tour dengan Bali Hai di Pulau Lembongan serta beristirahat di Alam Kul Kul, Kuta.

Fia santai dulu di Nathan Hotel



Kutorehkan jejakku di pantaimu...



Senyuummm...



Main pasir pantai



Sunset di Pantai Kuta








Pulau Lembongan

Menunggu keberangkatan



Di dalam boat, sudah tersedia penganan



Fia menikmati angin laut di ujung boat



Yosua tertidur pulas di deck atas



Merapat ke Pulau Lembongan



Semakin merapat...




Tiba di Pulau Lembongan




Area kolam renang





Pemandangan dari Pulau Lembongan




Fia, Yosua dan mamah nya :-)



Tuesday, September 7, 2010

A diary of three surviving days without Yuni Sara

Yuni Sara has gone home for Lebaran Holidays.
She went home joyfully on last Sunday and left me 'tearfully' imagining the days without her for about two weeks. Imagining that my lazy time will be very minimum because I'll be using that time by doing house cleaning, cooking, washing, mopping, etc etc.

She is a smart, energetic, diligent and helpful assistant in my house. She's been with us for three years already so she's about 18 years old by now. She coped most with everything in this household stuff.

She also borrowed books and teens magazines from my library. I recommended romance literature from Bahasa Indonesia section and Gadis magazines.

Kids like her very much. So do I. How can I manage this household business without her help while I work at the same time? Well, Yuni Sara also needs a break, right?
Having worked with us for the last one year especially at this Idul Fitri time, she deserves it. Enjoy your time in your kampung Yuni Sara....
[and please coming back...]

PS: I think I need to write it down in Bahasa Indonesia, just in case she came across and read it later? Just to make sure that she understands. :-)

Day one:
Woke up at 5am
ready to cook
upss...stove didnt work
no wonder
the gas run out
okey
lets start with drinking a glass of water
good for your health if you do it regularly every morning
but
not even a drip of water came out from dispenser tap
no wonder
the water galoon was empty
One hour later,
made a phone call for gas and galoons delivery
now I know the man who assisted Yuni Sara to do these kind of stuff
done
ready for work now

Day Two
Woke up at 5am
ready to cook vegetable soup and chicken stew
cut this, wash that, plunged the vegetables in to the pan, stirred here and there
and voilaaa....wups 7.30am
I supposed to leave for work by that time
I couldn't believe it..
I spent two hours and half
just to cook those two
I thought it supposed to take one and half hours at most
anyway...

felt touchy when I saw Yosua
so busy with his duty
washing all the plates and cups and cooking stuff
and refusing her sister's offer
to play outside for biking
'I'm busy', he was shouting back
so he knows he needed to complete his task
and he worked that out without having me telling him to do so
isn't that so sweet of him?
[it was him who chose to do dishes washing at the first stage]
wuppss...made my way to work, I knew it would be late though

Afternoon-back from work
I saw that clothelines full with the washed cloths
Just found out that Fia managed to wash them all during the day
Very well done, Fia

Day three:
I decided to wake up at 6am
Plan to cook one type of food only
Oriental Seafood Soup - that's what I call it-
A pan of boiled water
chopped garlic
shrimps, ikan kakap fillet and organic tofu
added a tablespoon of fish oil and salt sauce and pepper
Taste it..I think its oriental enough
that's for lunch
I'll balance the nutrition with more vegetables later

Well my third day without Yuni Sara is almost finish today
Realising that my house-duty was not that heavy as I imagined before
Kids are grown up, are they?
I think I now need to teach them about: consistency
So I can consistency have spare time in these times
to enjoy my Idul Fitri break too
well...I'm growing old, you know,
I think that is the fair reason to do that :-)

Thursday, July 1, 2010

For those who are not with us anymore...

One day, Fia showed me this song. She got it from MTV Asia and searched it in Youtube. She likes Mariah Carey.
But this song, triggered us to the memories of those who were leaving this earth peacefully. Both of us so sad when we listened to this song. But through this song, we know that we never really say goodbye to them...


Bye Bye-Mariah Carey w/lyrics

Monday, April 19, 2010

19 April 2010

Mengingat kebesaran dan anugrah Tuhan 10 tahun yang lalu

Hari ini, Fia berulang tahun ke 10 tahun. Ulang tahun pertama untuk usia angka dua dijit.
Hari saat kami diingatkan betapa luar biasanya kasih dan anugrah Tuhan dalam hidup kami.
Saya katakan pada Fia maupun pada siapa saja saat ada kesempatan, bahwa kelahiran Fia adalah bukti keagungan Tuhan yang nyata dalam hidup kami.

Proses kelahiran Fia, meskipun normal, mengalami tahap yang tidak normal. Perkiraan Fia lahir tanggal 12 April. Dokter kandungan menganjurkan, sekiranya dalam satu minggu kemudian tidak terjadi apa-apa, maka saya diminta untuk datang tanggal 19 April untuk diinduksi, supaya bisa melahirkan. Minggu sebelumnya, dokter hanya memeriksa detak jantung bayi dengan menggunakan alat, dan seingat saya, USG terakhir dilakukan saat kehamilan saya berusia 7 bulan.



Akhirnya, Rabu siang, saya siap untuk diinduksi. Pukul 12, suster memasang infus dan kira-kira pukul 3, mulailah perut saya berkontraksi dengan jeda waktu satu jam, setengah jam, dan kontraksi sangat mulai terjadi pukul setengah lima sore.

Akhirnya, pukul delapan lewat lima belas, saya masuk ke kamar bersalin. Gejolak Fia yang mau keluar bak gelombang di perut saya. Suster mengatakan agar saya bertahan dulu, karena dokternya belum datang. Untunglah tidah lama, setelah dokter datang, pukul setengah sembilan kurang, proses kelahiran dapat dimulai. Setelah beberapa saat, ternyata Fia tidak kunjung keluar. Dokter memberi jalan keluar dengan melakukan vakum. Saya merasa tidak ada pilihan lain, maka Fia pun di vakum.



Segera setelah Fia lahir, dokter mengatakan bahwa bayinya terlilit.
Belakangan saya baru menyadari, bahwa jika bayi terlilit, maka induksi dan vacuum tidak diperbolehkan, karena adanya kemungkinan sang bayi terjerat tali pusat yang akan membahayakan hidupnya.



Ajaib Tuhan, Ajaib Tuhan..
Selamat Ulang Tahun, Fia...
How Great Thou Art, How Great Thou Art...

Tuesday, April 13, 2010

Rekreasi...perlu ya?

Akhir pekan,
apalagi kalau bukan meluruskan syaraf-syaraf yang kaku setelah lima hari bekerja.
Saatnya ber-re-kreasi supaya siap menghadapi minggu selanjutnya:-)
-- alasan untuk rileks dan santai-santai dengan keinginan untuk tidak mengerjakan apa apa sebetulnya --.

Sabtu ini, pilihan kami Taman Kota 2, BSD.
Lahannya luas, rimbun dan dilengkapi dengan track untuk mereka yang mau jogging maupun bersepeda. Atau hanya untuk duduk-duduk santai. Ada jembatan penghubung dan aliran sungai membelah areal yang luas ini. Ada juga penjual tanaman-tanaman hias yang indah-indah. Saya membeli media 'tanah' untuk anggrek dan pupuknya. Serta membeli sebuah tanaman melati.



Hari Minggu,
Pilihan jatuh ke Ancol, karena anak-anak ingin bermain pasir dan bom bom car (?)
Untuk yang terakhir, tidak kami temui di Ancol. Mungkin harus masuk ke Dunia Fantasi.
Waktu kami habiskan denga bermain pasir, naik perahu dan makan seafood. Lelah, tapi menyenangkan. (Impaslah, keinginan saya tadinya hanya ingin santai-santai di rumah dan do nothing)

Saya terkesan saat Fia meminjam handphone saya untuk merekam sebuah cerita yang dibintangi oleh Yosua, saat mereka sedang bermain pasir pantai. Judul ceritanya Monster Sambal. Bagaimana Yosua yang terkubur setengah badannya dengan pasir, tiba-tiba bangkit dari 'kuburnya' untuk mengobrak-abrik desa untuk mencari makanannya, Sambal(sambal ini adalah sisa sambal sachet yang kami dapat dari McD), yang diraupnya dan 'seolah-olah' dilahapnya. Saya suka melihat cara Yosua dalam melakukan scene ini. Ia bisa menciptakan cara melahap, tanpa melahap sesungguhnya. Cerita spontan, aktor spontan. Film spontan. (Hmmmm..mungkin bisa dibuat buku ceritanya nanti dan diedit videonya)

Ternyata, momen-momen seperti ini, dapat juga menjadi suatu kesempatan untuk berkreasi bagi anak-anak, yang hasilnya diluar dugaan orang tua. Saya melihat Fia yang berperan sebagai pembawa acara, pembuat cerita serta Yosua sebagai aktor yang dengan 'luwesnya' memainkan peran spontan mengikuti jalan cerita Fia, tanpa ada kesepakatan apa-apa sebelumnya. Spontan dan lucu.

Rekreasi, perlu... karena:

Rekreasi dapat memberi stimulasi hingga merangsang kreatifitas anak-anak untuk berkreasi...
(Ternyata anak-anak perlu sering sering diberi stimulasi untuk merangsang kreatifitasnya, dan orang tua akan dapat melihat hasil kreatifitas mereka yang tak terduga)

Well ..ini adalah satu satu bentuk kegiatan rekreasi di luar rumah.
Ada ide untuk bentuk rekreasi di dalam rumah yang murah meriah tapi tetap mempunyai unsur stimulasi, kreatifitas dan kreasi?

Saturday, March 27, 2010

Kids' works at the weekend

This is the picture of me at Fia's eyes:



I think she pictures me well: glasses, book, iPod, bed, hairspray, lipstick and face-powder.

My future chef in action:
Menu for lunch today: DONBURA

Preparation time:










Ready...


So yummmyyyyyy....

Wednesday, March 24, 2010

Kacamata buat Fia

Jangan pernah mengacuhkan keluhan si kecil, seberapa sepelenya pun keluhan itu. Hal ini terjadi saat pertama kali saya mengganti kacamata tahun lalu. Saat itu, Fia tampak antusias sekali dengan kacamata yang saya kenakan. Fia ingin sekali mengenakan kacamata. Berulang-ulang saya katakan, untuk tidak mengenakan kacamata saya agar matanya tidak 'rusak'

Setelah beberapa saat kemudian, Fia mengeluhkan kalau ia merasa perlu memeriksakan matanya ke doketer, karena ia merasa agak kesulitan untuk membaca. Saat itu, saya pikir, Fia hanya ingin 'gaya-gaya'an dengan kacamata.

Selang beberapa bulan kemudian, saya mulai memperhatikan bagaimana Fia sering memicingkan matanya jika melihat objek tertentu. Saat ia menonton televisi, saat ia mengalihkan pandagannya untuk melihat sesuatu, beberapa kali saya memergokinya ia memicingkan mata.

Akhirnya, setelah acara keluarga hari Sabtu lalu, beberapa orang memberi masukan buat saya bahwa Fia perlu diperiksa matanya. Seorang mengatakan seraya menunjukkan bagaiman Fia menonton televisi dan seorang lain mengatakan bahwa Fia pernah bilang padanya, kalau ia merasa kesulitan untuk melihat tulisan di papan tulis di kelas saat ia duduk di deretan bangku belakang.

Saya mencari waktu yang pas untuk membawanya ke dokter mata. Ternyata, pemeriksaan membuktikan bahwa mata kanan Fia mengalami koreksi minus 1,5 dan mata kirinya minus 2. Serta keduanya mengalami silinder 0,5. Menurut pak dokter, koreksi ini terjadi karena terlalu sering menggunakan mata untuk ajrak pandang yang dekat seperti membaca buku dan menggunakan komputer. Hal ini dapat disiasati dengan melatih pandangan mata dengan memandang objek-objek jauh, apalagi setelah membaca dan menggunakan komputer. Bisa berkurang, apalagi kalau dibawa dalam doa, demikian kata pak dokter. Ternyata, Fia baru mengakui kalau kesulitan membacanya ini telah ia alami saat semester pertama sekolah, tahun lalu. --Saat saya mengenakan kacamata saya yang sering ia main-mainkan saat itu--

Ya ampun...,betapa saya sudah mengacuhkan keluhanannya saat itu....tersusup perasaan menyesal dalam hati. Maaf ya kak..Seharusnya tidak perlu menunggu demikian lama untuk melakukan pemeriksaan mata.

Kemarin sore, kacamatanya siap dipakai. Setelah dikenakan, tampak senyum sumringah Fia menghias wajahnya dan spontan ia berkata, sekarang aku bisa melihat lebih jelas, Ma...lalu ia bereksperimen dengan kacamatanya sambil mencoba-coba melihat objek-objek disekitarnya seraya membandingkan dengan melihatnya tanpa dan dengan kacamatanya.

Senang melihat Fia bisa senyum lebar lagi.