Wednesday, November 5, 2014

Surat Cinta buat Yosua

Ciputat 24 Oktober 2014

Dear Yosua Nathanael Latuputty,

My Gantengkua...nda terasa mama papa harus buat surat retret buat Yosua setelah kami buat untuk Fia beberapa tahun lalu. Artinya, Yosua sudah besar sekarang. Siap memasuki babak kehidupan baru setelah lulus SD nanti.

Mama papa ingat waktu Yosua lahir 11 tahun yang lalu. Kami senang sekali mendapat anak laki-laki. Itu sebabnya Yosua (yang artinya Tuhan adalah Penyelamatku) dilengkapi dengan Nathanael yang artinya hadiah dari Tuhan. Yosua adalah hadiah terindah dari Tuhan buat kehidupan kami.  Dan bertumbuhlah Yosua menjadi besar. Yosua yang aktif, suka dengan kegiatan-kegiatan fisik dan suka dengan tantangan. Pernah suatu kali, Yosua menunjukkan pada papa mama "Wah..tantangan nih Ma" saat Yosua ingin meloncati saluran air/got di gereja. Waktu itu Yosua masih kecil, tapi sudah punya semangat yang sangat besar.

Yosua,
mama papa sangat berharap Yosua bisa menjadi anak yang bertumbuh besar dan takut pada Tuhan.  Suka berdoa dan baca Alkitab juga. Dengan begitu, papa mama nga perlu kawatir lagi, karena kami tahu Yosua pasti akan selalu datang pada Tuhan dalam setiap hal yang dihadapi nanti meskipun mungkin kami sedang tidak bersama Yosua.

Yo,
Semoga ret ret ini bawa manfaat banyak buat dirimu ya. Ret ret ini juga bisa menjadi tonggak untuk menjadi anak yang lebih semangat lagi, aktif dan terus pertahankan semangat belajarmu. Pakailah waktu yang ada untuk mengembangkan potensi mu, misalnya les gitarr :) Dunia ini terbuka lebar buat kesuksesan Yosua.

Kiranya kejujuran, ketangguhan, tidak mudah menyerah ataupun putus asa serta selalu mengasihi Tuhan dan sesama, selalu menjadi bagian dalam hidup Yosua ya.

Selamat ret ret ya Gantengkyuu...
Kiranya ret ret ini memberikan banyak berkat bagimu dan teman-temanmu disana.

Salam dari kami disini yang menantimu di rumah..

Mama, Papa, Fia

-mmuuaacchh- *heart heart heart*

Yosuadan  Mama di Gunung Bromo 2014

We love you Yosua :)
Yosua siap ikut ret ret 3-5 November 2014 - Canossa

Thursday, November 24, 2011

Surat Cinta buat Fia

17 November 2011

Dear Fia,

Saat mama menuliskan surat cinta ini, mama sebetulnya sudah mengantuk. Saat ini pukul 12 kurang 15 malam, sedangkan pagi-pagi pukul setengah 4, mama sudah harus bangun untuk siap-siap pergi ke Bandung memberikan 'ceramah' pada mahasiswa baru di sana. Mama sebetulnya berharap Fia kasih tahu mama jauh-jauh hari kalau mama perlu buat surat cinta ini untuk keperluan ret-ret Fia nanti.

Tapi, tak apa. Mama senang kalau mama harus membuat surat kasih ini buat Fia. Ini kesempatan buat mama untuk mengenang kembali masa-masa indah saat Fia hadir pertama-tama dalam kehidupan papa dan mama.

Sebelum mama tahu Fia sudah ada di perut mama, mama sempat berucap janji kalau mama dan papa punya anak, kami mau menamainya Theofani. Nama ini muncul saat papa mama ikut pembinaan pelayan teruna di gereja dan Pendeta Hadi sedang menjelaskan tentang bangsa Israel. Theofani adalah perjumpaan bangsa Israel dengan Tuhan Allah. Selain karena mama suka nama itu, mama berharap kelak Fia punya waktu selalu berhadapan dengan Allah. Baik itu memuji Dia, bersyukur padaNya, bercakap-cakap denganNya dalam doa, yang intinya adalah kedekatan dengan Dia. Ternyata, mama baru tahu beberapa minggu kemudian kalau ternyata Fia sudah ada di perut mama saat itu.

Dear Fia,
Memiliki Fia dalam kehidupan mama dan papa adalah suatu anugrah dah hadiah yang PALING indah yang pernah mama terima seumur hidup mama. Mempunyai kesempatan untuk melahirkan Fia, menyusui, memandikan, memberi makan, merawat, menjaga dalam kesakitan, dan keinginan untuk memberi yang terbaik selalu buat Fia adalah keinginan besar mama papa. Itu sebabnya, waktu mama marah sama Fia dulu, mama selalu bilang:
"Ingat Fia, meskipun mama marah, bukan berarti mama tidak sayang Fia. Mama selalu sayang Fia meskipun mama marah.". Semoga Fia masih ingat kata-kata mama waktu itu ya.

Cantikua, sekarang dirimu sudah remaja. Sudah punya kemauan, pendapat, keinginan dan cita-cita sendiri. Mama ingin sekali menyaksikan pertumbuhan Fia hingga dewasa nanti, punya pacar, sekolah yang tinggi, pekerjaan yang baik dan membina keluarga yang takut akan Tuhan. Hihihihi mama rada ngaco ya bicara punya pacar? Tapi Fia harus tahu kalau kami berdoa supaya Tuhan memberikan teman hidup yang seiman dan sepadan buat Fia. Ehem...cerita cerita mama ya kalau Fia suka seseorang cie..cieeeee :)

Buat mama, Fia harus rajin belajar untuk masa depan Fia. Mama papa bekerja sekuat tenaga untuk mendukung kemajuan Fia.

Maafkan mama ya Fi, kalau mungkin mama terlalu sibuk kerja dan kuliah serta beraktifitas di APISI. Fia harus ingatkan mama ya, kalau mama kurang memberi perhatian buat Fia.

Theofani Filia Latuputty,
mama loves you so mucch!!!

Jadilah besar, tumbuh dan kalahkan dunia. Jangan pernah mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan Yesus, dalam setiap aspek hidupmu.

Sudah ya...semoga ret-retmu bawa banyak berkat... see you soon at home.

MUM *heart* U MUCH muah muah muah

--mama--


The two of Us

Sunday, July 10, 2011

Hadiah Ulang Tahun - 2 Juli 2011

Hari ini saya genap 41 tahun dan dimulai dengan pergi ke bengkel mobil dan mengurus SIM di Depok. Sebelum pergi, Fia menghadiahi saya kartu buatannya sendiri.

Kover depan kartu:



Isi kartu:
Gaya ucapan 'gaul' anak muda jaman sekarang seperti ini rasanya :)



Buat yang belum paham dengan singkatan diatas, ini kepanjangannya:

HB: Happy Birthday
WYATB: Wish you all the best


Kata yang dihighlight itu penting. Dan semua butiran kata-kata diatas, di highlight, jadi semuanya penting :) Trenyuh dengan doa yang dipanjatkan Fia, terutama yang terakhir: lulus S2. Bulan September, saya kembali lagi ke kampus, menjadi mahasiswa di Bandung. Jujur saja, saya excited dengan kesempatan ini. Semoga cepat lulus :D

Kover belakang kartu:



thanks for this lovely card, Fia.. I do like it. Thanks alot and love you much too :)

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana [Amsal 90:12]

Terima kasih juga buat sahabat dan teman yang mengirimkan ucapan selamat dan doanya secara langsung maupun lewat teks. GBU all :)

Wednesday, April 20, 2011

Selasa 19 April 2011

Hari ini ulang tahun Fia yang ke sebelas. Fia, my Cantiqua , sudah memasuki usia remajanya. Sengaja saya cuti karena ingin menghabiskan waktu istimewa ini bersamanya. Ada rencana ladies' day out, namun karena mobil sedang tidak di rumah pagi dan siang ini, maka acara itupun batal.

Monopoli di pagi hari
Bagun pagi-pagi dan masih belum mandi, - setelah saya dan Yosua memberi ucapan selamat ulang tahun, Fia mengajak bermain monopoli bersama. Semalam, kami berdua menghabiskan waktu sebelum tidur untuk bermain monopoli. Menarik juga main monopoli ini, kita belajar mengatur uang, berinvestasi, meminjam uang, berhitung-hitung uang, menerima dan membayar uang sewa. Latihan kegiatan ekonomi yang baik untuk anak-anak [ehemm ... untuk saya juga :D]. Seru juga membayangkan kalau benar-benar kejadian saya mempunyai 14 rumah, 1 hotel dan 2 bandara. Wuahh...serasa orang kaya yang punya banyak uang. Pagi hari ini kami lanjutkan lagi bermain bersama Yosua.



Mie goreng ulang tahun
Konon, kata orang tua, ada baiknya kalau merayakan ulang tahun, ada sajian mie di salah satu hidangan kita. Hal ini sebagai ungkapan simbolik agar yang merayakan ulang tahun akan panjang umur, seperti panjangnya mie itu.

Maka, saya buatkan mie goreng spesial buat ulang tahun Fia hari ini. Lebih ke alasan praktis juga sebetulnya, lebih cepat proses persiapan dan memasaknya dibandingkan dengan membuat kue ulang tahun. Nah, setelah diberi penjelasan singkat tentang makna masakan mie di hari ulang tahun, Fia pun menikmati mie goreng ulang tahunnya:



Fia Sang Hair Stylist
Tidak bisa melihat saya menganggur, Fia mengambil sisir dan menjadikan rambut saya model untuk dikutak katik. Jadi ingat oma Wilma, yang dulu punya salon di depan rumah waktu kami tinggal di Kampung Ambon. Hmmm....jangan-jangan bakatnya sampai ke Fia kali ya? Well...saya pasrah saja, meski beberapa kali mata saya kecolok sisir rambut. Duh...

Ini lebih ke penampakan ya..hiiiiii


Hmmm...jadi apa rambut saya?


OH MY GOD!


Much better :)


Monopoli lagi...
Selesai berkreasi dengan rambut, ide main monopoli muncul lagi. Cuma kali ini kami bermainnya sambil nonton televisi. Jadi, kurang seru ah, kurang konsentrasi. Ya sudah, kami selingi sekalian dengan foto-foto:





Dining out
Di hari yang sama, keponakan saya, Samuela juga merayakan ulang tahunnya yang ke 14 tahun. Jadi, rencananya kami akan merayakannya bersama dengan makan malam di luar.

Ini dia, birthday girls:




....and their proud mums :)


Enjoying the nite together
Setelah pesanan makanan dan minuman kami tiba, saya menaikkan doa syukur buat Fia dan Samuela, buat para orang tuanya, serta memohon berkat buat makanan dan minuman kami. Kami pun menikmati makanan kami, sambil menikmati suasana malam saung diatas danau yang banyak ikan-ikannya.



Puas makan dan minum, anak-anak berlarian menuju tempat bermain. Perosotan ukuran besar, lumayan untuk mengakomodasi energi bermain mereka hingga berkeringat. Waktu semakin larut, sedikit wejangan dan nasihat buat Samuela dan Fia yang tambah usia menutup kegiatan di hari istimewa ini.

Selamat ulang tahun Fia
Selamat ulang tahun Samuela
Doa kami senantiasa menyertai kalian dimanapun dan apapun yang kalian kerjakan...

Love you so muchhhh :)

Thursday, March 10, 2011

Sudah cukupkah perhatian anda untuk anak-anak anda?

Mama dan papa tidak punya perhatian padaku....
...aku justru dapat perhatian dari teman-temanku dan dari mbak
Aku merasa tidak disayang, kenapa selalu adik yang lebih diperhatikan?
Aku lebih sering dimarahi....


Pernah dapat complains seperti diatas dari anak kita? Saya pernah, kemarin malam, dan pernyataan - pernyataan itu membuat saya kaget dan tidak percaya.
Perasaan semua baik-baik saja selama ini. Di tengah kesibukan saya bekerja dan berorganisasi, RASANYA, saya masih bisa mengikuti dan memantau anak-anak di rumah dan di sekolah. Si mbak di rumah juga rajin saya telpon untuk menanyakan apakah anak-anak makan, makanan yang dimasak sesuai dengan diskusi pagi hari dengannya.

Sepulang kantor, saya tanya bagaimana kegiatan sekolah hari itu. Apakah ada kendala saat belajar di sekolah? Apa yang mereka lakukan saat menunggu di satu sama lain di mobil jemputan, bagaimana kegiatan ekskulnya. Pertanyaan-pertanyaan macam itulah.

Memang sih, tidak sering saya menghabiskan waktu malam hari dengan menemaninya membuat pe er atau menyiapkan agenda sekolah untuk keesokan harinya. Paling, kalau ada kesulitan baru saya turun tangan membantu. Atau kalau ada prakarya yang harus mereka kerjakan, saya usahakan membantu. Dari kantor, sering saya telpon, apakah ada tugas-tugas dari sekolah yang perlu dibeli seperti kertas bufalo, lem, tugas gambar. Jadi bisa saya siapkan sebelum saya tiba di rumah.
Teryata masih kurang bow...

Hal-hal diatas belum CUKUP.

Saya sempat mencoba self-defense saat mendengar complains diatas.

Lah..kemarin waktu cerita-cerita tentang teman-temanmu itu apa? tanyaku balik

Sehari sebelumnya, malam hari saat persiapan agenda selesai, saya menjadi ember mendengar keluh kesahnya tentang pertemanannya. Dan memang, kelihatan emosinya sangat terlibat saat itu.

Iya baru sekali itu, mama...timpalnya lagi..
aku mau lebih sering...

Hmmm....lampu alarm merah sedang berbunyi, peringatan buat saya.
Pendampingan, menjadi teman, dan selalu ada waktu khusus buat bersamanya.

Eng..ing...eng..saatnya kembali mereview kesibukan-kesibukan dan menetapkan prioritas nih.

Ternyata, anak perempuanku sudah bertambah besar sekarang.
Kelas 5 SD.
Sudah pandai mengungkapkan keinginannya dengan tegas dan lugas. Atau...saya yang terlambat menangkap pesan protesnya dari dulu ya?

Uppss....

Wednesday, March 2, 2011

Selasa 1 Maret 2011

Selamat ulang tahun Nak...
dengan mengingat kelahiranmu delapan tahun lalu
aku berdoa sungguh untuk langkah-langkah hidupmu

berjuanglah dan terus maju seiring dunia yang berputar, anak lelakiku
ikuti perputarannya nak, tapi jangan terhanyut didalamnya
kuasai tali kekangnya dan arahkanlah kemana kau suka

kuingin melihatmu bertumbuh seperti pohon yang besar dan kuat
meminta Dia menebas ranting-ranting pohonmu dan ulat liat pengganggu

ingatlah nak
berikanlah buah pohonmu untuk mereka yang ada disekitarmu
yang membutuhkannya untuk menebus rasa laparnya
biarlah daun daunmu memberi keteduhan bagi mereka yang membutuhkan naungannya

tumbuhlah anak lelakiku
menjadi besarlah dan kokohlah
berakar yang kuat dan biarlah
pucuk pohonmu terus menjulang
seolah ingin mencapai awan di langit
dan daun tuamu senantiasa berganti dengan daun-daun berwarna hijau muda
dan buah - buah pohonmu tak putus memberikan dirinya bagi mereka yang lapar

sukakanlah hati Tuhanmu anak lelakiku
karena manusia masih penuh dengan kelemahan untuk dipuaskan sukanya

yakinlah, Ia sekali-sekali tidak pernah meninggalkanmu
dan kalau suatu saat nanti, kau terdiam
tengadahlah pada langit berbintang di sana
dan lihatlah rembulan penuh yang bersinar bersamanya
ia menyampaikan mata, hati dan senyumku
untukmu...

Friday, February 18, 2011

Berakhir pekan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta

Jumat sore. Tiba di rumah, ada ide untuk pergi ke museum wiken ini. Yosua ingin ke museum. Salah satu yang ingin dikunjunginya adalah museum olah raga yang ada di TMII. So, keesokan harinya, pas tengah hari berangkatlah kami menuju TMII.

Dengan membayar Rp 46.000,- untuk empat orang dan satu mobil, kami masuk area TMII. Tujuan pertama, Museum Nusantara Indonesia, yang katanya merupakan jendela untuk melihat Indonesia. Tiket masuk, Rp 5000,- per orang. Museum Nusantara Indonesia memiliki tiga lantai. Lantai pertama bertema: Bhinneka Tunggal Ika. Didalamnya terdapat pameran beragam baju adat dan baju pernikahan dari propinsi di Indonesia. Eh ... Propinsi Timor Timur masih ada. Beragam alat musik Indonesia juga ada di lantai ini.

Kemudian, menuju lantai dua. Lantai ini bertema Manusia dan Lingkungan, menunjukkan beragam rumah tinggal, kebiasaan dan adat istiadat, alat rumah tangga juga alat transportasi dari berbagai daerah.

Lantai 3 bertema Seni dan Kriya. Saya menikmati beragam kain dari berbagai daerah. Ternyata, selain batik [yang ternyata juga beragam dari berbagai daerah] banyak jenis kain unik dari berbagai daerah di Indonesia. Sempat saya catat ada songket Palembang dan Minangkabau, Ulos Ragi Idup dari Sumatra Utara yang merupakan koleksi Ibu Tien Suharto, Songket Bali, Songket Sumbawa, Sarung Songket dari Bali, Selendang Bugis. Semuanya unik dengan variasi warna yang menarik. Belum lagi tenun ikat seperti Limar dari Palembang, Sarung Bugis yang berwarna merah muda yang cerah dan Tenun Flores.

Di koleksi batik, dapat kita lihat Batik Surakarta, Solo, Yogyakarta, Madura, Demak, Indramayu, DKI, Tasik, Pekalongan, Palembang dan Jambi. Wuaahh..masing-masing menunjukkan karakter desain yang beragam pula. Selain itu, dapat ditemui pula beragam kerajinan logam, keramik, ukiran kayu & gading. Oya...ada juga mata uang Indonesia tahun 1576. Ukurannya, seperempat kertas A4...besar yaa..kebayang deh dompetnya sebesar apa ya? Oia ada juga mata uang saat pendudukan Jepang dan Belanda di Indonesia.

Di luar, ada spot yang indah untuk foto-foto. Ini hasilnya:









Dua batang pohon besar ini adalah Jati Taminah (Segments of Teak)
Diameter: 2 m
Ditanam: tahun 1692
Ditebang: tahun 1972
Asal: Hutan Randu Blatung Purwodadi, JaTeng..


Hmmm...selisih usia antara waktu Yosua lahir dengan waktu pohon ini ditanam adalah 401 tahun....ck..ck..ck..lagian kenapa juga pohon ini ditebang yak?

Ok, tujuan selanjutnya adalah Museum Olah Raga. Tapi, saat di parkiran mobil, Fia dan Yosua ingin mengendarai semacam sepeda becak (ini sebutan saya). Akhirnya dengan menyewa Rp 60.000 perjam untuk kendaraan ini, Yosua dan Fia mengitari areal parkir dan sekitarnya.



Satu jam berlalu, kami pun makan siang. Tak terasa hari sudah semakin sore. Museum olah raga pun sudah tutup pukul 4 sore. Akhirnya kami menuju Museum Air tawar yang ternyata di depannya ada tempat main anak-anak. Fia dan Yosua pun tertarik bermain di dalam balon mengapung.



Setelah menikmati es krim dan membeli suvenir kaos dan tas untuk Fia, kamipun pulang. Lelah tapi senang melihat Yosua dan Fia menikmati kunjungan TMII kali ini.

Sebelum pulang, saya sempatkan mengambil beberapa shoot senja di TMII.





Butuh lebih dari satu hari untuk benar-benar menikmati setiap museum dan fasilitas rekreasi lainnya di sini.

Sampai lain kali kalau begitu ya...