Sunday, May 8, 2022

Selamat Ulang Tahun untuk Anak Perempuan Kesayangan

Saat tulisan ini dibuat, kami baru saja mengakhiri video call. Saya memang tidak lagi di rumah bersama mereka. Pembicaraannya pun tidak mulus. Ada sedikit diskusi dalam suatu situasi. Tulisan ini juga sudah terlambat juga sebetulnya dari hari ulang tahunnya. Tapi tetap saya letakkan jadi prioritas untuk menuliskannya. Mengapa? karena tahun ini tahun yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan dan aktivitas perkuliahan sudah berjalan normal setelah dua tahun kuliah daring di rumah karena Covid 19, ada pengalamn pribadi yang sedikit banyaknya memberi pengaruh emosional buat Fia. Dan, saya menyadari bahwa Fia sudah memasuki suatu fase kehidupan yang menempanya menjadi perempuan yang dewasa, mandiri dan kuat. Itu menjadi doa dan harapan saya juga sebetulnya. 

Mencoba lihat sisi positifnya? Saya yakin kalau anak perempuan saya akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan tahan banting. Sekarang saja, saya terkagum-kagum melihat bagaimana dia berespon terhadap dua orang bangsat itu. Kuat. Tentunya juga dengan dukungan kawan-kawan dan sahabatnya ya. Saya beryukur pada Tuhan untuk hal itu. Tentu saja, saya juga berdoa pada Tuhan untuk selalu memberikan kekuatan pada Anak Perempuan saya yang cantik itu. Berdoa juga untuk masa depannya yang gemilang, kebahagiaannya dan pasangan hidupnya yang coco, pas, saling melengkapi, mempunyai ikatan emosional yang positif dan luar biasa dalam pekerjaan Tuhan.Amin,

Kelahiran Fia merupakan sebuah anugerah dan pengalaman yang sangat luar biasa dalam mengalami kasih dan kebesaran Tuhan dalam hidup saya. Seharusnya ia diperkirakaan lahir pada tanggal 12 April. Tapi tanda-tanda kelahiran tidak muncul saat itu. Sesuai anjuran dokter saya harus kembali seminggu sesudahnya untuk melakukan induksi. 

Sebelum hari itu, saya mendapat nasihat baik dari seorang pelayan gereja, Alm Bapak Johannes Kumontoy, yang menyarankan saya unutk minum kuning telur ayam kampung dan madu, supaya saya kuat saat mengejan serta makan satu sendok minyak kelapa supaya persalinan berjalan mulus. Untuk yang terakhir, sangat terbukti, karena suster 'kelicinan' terus saat memeriksa bukaan saya. Tenaga saya tersimpan, karena saya tidak perlu mengejan karena akhirnya dokter melakukan tindakan vakum untuk menarik Fia dari perut.

Mujizatnya adalah, saat saat Fia keluar dari rahim, ternyata ada lehernya terlilit tali pusar. Belakangan saya tahu kalau kondisi bayi seperti itu sangat riskan untuk divakum. How Great Thou Art.Di situlah  kebesaran Tuhan yang luar biasa. Sungguh Anugrah. Fia lahir dengan sehat dan tangisannya meledak setelah orang kesekian, yaitu Bapak Anton Pratomo, omnya, yang datang melihatnya. Saya mengalami sungguh kemurahan dan kebesaran pengasihan Tuhan dalam hidup saya dan Fia. Dan dimulailah hidup sebagai orang tua sejak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Fia melewati masa-masa sekolahnya. Kini Fia sudah berada di Semester 5 Jurusan Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya. Doaku, Fia dilancarkan segala urusan perkuliahannya dan selesai dengan gemilang. Masa depannya cerah bersama Tuhan Yesus dan apa yang dikerjakannya berhasil.

Baju kembaran saya di ultahnya yang pertama, saat dikenakan Fia




Momen saat Fia dibabtis dan disidi: tumbuh menjadi dewasa secara iman


My little baby girl


Ucapan ultah ke 19


Proud mum atas pencapaian Fia menjadi  The Best Student (IPS)


Speech in English


Ladies day out


Saat pertunangan sepupunya , Samuela, yang lahirnya juga di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Fia


Siap menempuh jalur darat mengantarnya kembali ke Surabaya, 24 Maret 2022


Anak perempuan cantikku, hidup akan terus berjalan. Seperti ayat kesayanganmu, cuma kepada Tuhan lah kita mempercayai hidup kita. Męski aku tidak akan selalu bersamamu, tapi yakinkan langkahmu bersama Dia, yang selalu mengasihimu.

Daughter, this may have been a rough year, but I know that only happy things are coming because a daughter as splendid as you deserves every joy in life. May your birthday mark the start of a wondrous year for you.




Beberapa pose saat menjadi model untuk tugas kuliah kawannya

                                                            Bakalan jadi mitra sang ayah

Saturday, April 9, 2022

ketika ia mengatakan: Ya, dengan segenap hatiku

                                             Pengucapan Syukur Peneguhan Sidi Baru 2021

28 Maret 2021

GPIB Bahtera Iman

 

Shalom, selamat siang, selamat hari minggu Bapak Ibu Jemaat sekalian, Para Presbiter bertugas, Pengajar Katekisasi, Pendeta Daniel Lumentut, Ibu  Pendeta Ruth Hadiwi

Ijinkan kami mewakili para orang tua sidi baru untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di acara Pengucapan Syukur kita siang hari ini.

 

Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Daniel Lumentut beserta Presbiter, Pengajar Katekisasi dan juga Komisi PPSDI yang secara khusus sudah  mengajar dan membina  anak-anak kami tentang pokok-pokok iman Kristen yang berpusat pada Yesus Kristus dan berdasar pada Alkitab; begitu pula tentang pemahaman kegerejaan dalam lingkup Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. Tim Pengajar Katekisasi yang juga sudah mendampingi dan membimbing dalam proses pendalaman  iman mereka melalui pelajaran-pelajaran yang diberikan sejak bulan Juli tahun lalu. 


Meskipun pembelajaran ini dilakukan dalam kurun waktu kurang dari setahun, kami yakin dan percaya apa yang sudah ditanamakan Bapak Ibu pada anak-anak kami akan menjadi landasan iman percaya mereka dengan pertolongan roh kudus dalam kehidupan mereka selanjutnya.

 

Kedua, kepada sesama orang tua dari sidi baru, selamat ya bapak ibu, mama dan papa serani. Masih ingatkah janji yang kita ucapkan saat membawa anak-anak kita saat mereka dibaptis? Kita mengaku percaya kepada Allah Tritunggal (Bapa dan Anak dan Roh Kudus) yang telah mengikat perjanjian keselamatan kekal dengan kita sekeluarga, dan karena itu anak-anak kita dibaptis sebagai tanda mereka telah dimasukkan di dalam perjanjian keselamatan tersebut? Janji yang kedua kita percaya bahwa perjanjian keselamatan Allah itu tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan karena itu kita harus dan wajib selalu mengajarkan dan menjelaskannya kepada anak-anak saudara sehingga mereka pun berpegang teguh dan tetap hidup di dalamnya? Dan yang ketiga,  kita berjanji untuk menjadi teladan yang baik kepada anak-anak kita dan mendidik serta membina mereka tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus sesuai pemahaman iman dan ajaran benar, yang berlaku di dalam Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat 

 

Hari ini, dengan penuh syukur dan sukacita, kita membawa anak anak kita mengaku imannya secara pribadi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruslamat mereka. Pengakuan ini menandakan bahwa anak-anak kita mengambil alih dan sekaligus membaharui pengakuan kita sebagai orang tua yang waktu itu kita ucapkan saat mereka dibabtis. 18 tahun kami berusaha memegang janji kami hingga hari ini. Perjalanan panjang, mengharukan dan sedikit melegakan sebetulnya ya. Namun kita bersyukur untuk itu semua itu.

 

Untuk itu, last but not least, Ketiga, kami mengucapkan Selamat Menjadi Warga Sidi Baru Jemaat GPIB BAhtera Iman. Kalian telah diakui dan diterima sebagai pengikut Kristus yang dewasa iman. Karenanya, kalian memiliki tanggungjawab penuh dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan gereja. Kelar hari ini bukan berarti bebas merdeka, tidak perlu mencatat khotbah di gereja ya, tapi ingat, ada pelayanan, panggilan dan pengutusan gereja bagi kalian nanti.

 

Pesan saya ada dua anak-anakku:

1. Apapun yang akan kalian hadapi di langkah kalian selanjutnya....tantangan apapun...tawaran yang menggiurkan bagaimanapun...ingatlah akan hari ini. Secara Pribadi di depan Tuhan dan jemaatnya..kalian sudah mengaku Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat kalian, Dan itu untuk selamanya. Sejak kalian dibabtis hingga hari ini,kalian diteguhkan. Follow Jesus and always have him in your heart.

2. Ingatlah bahwa kami sebagai orang tua juga adalah manusia yang tidak pernah berhenti berproses dan bertumbuh dalam Dia. Kami sadar bahwa kami sudah berjanji untuk menjadi teladan yang baik dan mendidik serta membina kalian tentang hidup beriman dan beribadah kepada Yesus Kristus, pada waktu yang sama, kami sadari juga bahwa kami  tidak sempurna untuk menjadi teladan kalian. Kadang kami menyebalkan buat kalian, mungkin. Kadang kami memaksakan kehendak, Kadang kami tidak bisa mendengar kalian, atau memahami kalian. Ya, tidak ada sekolah untuk menjadi lulus terbaik sebagai orang tua.

 

Nak,  Kami juga mengalami jatuh bangun dalam pergumulan hidup sebagai orang tua kalian. Namun satu hal yang selalu dan selamanya, dibalik semua itu, kami inginkan kebahagiaan kalian. Dibalik semua itu, kami mengasihi kalian. Teladani Yesus yang sempurna. Bertumbuh kembanglah dalam dinamika hidup kalian  bersamaNya hingga Ia datang kembali.

 

Hidup bersama Yesus tidak pernah membosankan. Catat dan kumpulkan cerita kalian, pengalaman rohani kalian berjalan bersama Yesus, kalian akan lihat Dia nyata dalam kehidupan kita sehari-hari...


Dia hidup! Tuhan Yesua bidup!


Dia ada bahkan dalam hal yang kita anggap paling kecil dan mungkin kita pikir dia tidak akan peduli tentang hal itu. Tapi Dia peduli. 


Jadikan itu cerita iman nyata kalian yang dapat kalian wariskan ke anak cucu kalian nanti bersamaan dengan tugas panggilan kalian yang akan dipercayakan Tuhan Yesus.

 

Tuhan Yesus memberkati Pengucapan Syukur kita hari ini. 

 

# Tulisan ini disiapkan sebagai Ungkapan Syukur Perwakilan Orang Tua Sidi Jemaat Tahun 2020


Yosua Nathanael Latuputty 


Ketika ia mengatakan: Ya, Dengan Segenap Hatiku

Kami yang berbahagia

Perwakilan orang tua SIDI yang membacakan tulisan di atas

 

 

 

Friday, March 4, 2022

 You are my sunshine! 

Setiap anak, pasti akan menyampaikan kebesaran Tuhan dalam hidup orang tuanya. Emaknya apalagi. Bukan hanya saat dia dilahirkan saja, bahkan ketika dia belum disadari keberadaannya. 

Yosua juga begitu. Saat emaknya lg merayap di tali tinggi itu. saya belum tahu kalau Yosua ternyata sudah di perut. 

Mungkin ada yang bertanya..kok bisa? Nah, sebetulnya saya sudah memeriksakan diri saya sebelum mengikuti acara outing teamwork dari kantor ini, mengingat haid saya sudah telat waktu itu. Pagi itu, saya mencoba menggunakan test pack untuk mengetest kehamilan. Mungkin karena masih mengantuk, alat pengukurnya jatuh. Tapi tetap saya gunakan. Sudah diduga kan, hasilnya negatif. Berangkatlah saya ke acara tiga hari outing itu. Kegiatan yang kami lakukan seperti kegiatan outbound pada umumnya...Elvis rope, Flying Fox, Dayung Sampan, sampe terapung-apung di tengah-tengah danau Jatiluhur yang jadi TKP kegiatan waktu itu. Seru dan enjoy aja, kan blom tahu kalau Yosua sudah ada di perut. Bulan selanjutnya, masih belum juga 'tamu' nya datang. Cek lagi, ternyata usia kandungan sudah kurang lebih 8 minggu...kemungkinan besar, saat sedan merayap di tali itu, usia Yosua sudah 4 minggu. Ga heran kalau Yosua jadi anak kinestetik ya.

Lihat perempuan kemeja merah merayap di tali Tinggi itu? 
Itu saya..dan di perut saya, sudah ada Yosua (tanpa saya sadari)


Bayi periang yang menggemaskan


Ulang Tahun ke- 1 --  kembaran donk



Kondangan


Usai tampil di acara perfomance TK


Tahun 2022 ini, Yosua baru saja merayakan ulang tahunnya. Ke 19 tahun. Tahun terakhir masa teenager nya. Semua orang tua pasti punya doa yang dipanjatkan bagi anaknya. Doa yang terbaik bagi anaknya. Aku juga begitu. Tahun lalu dia sudah dewasa secara iman. Aku berharap dia terus bertumbuh dan bertambah imannya padaNya. Tuhan Yesus, serta peka pada panggilan tugas dari-Nya. 


Lulus SMA tahun 2021


Menikmati perjalanan darat Jawa Bali


Proud mum


Perjalanan Yosua masih panjang dan aku tahu pasti akan banyak tantangan. Sebagai orang tua, Saku berdoa dan mengimani bahwa Tuhan Allahku telah menyiapkan rancangan yang terbaik baik Yosua.  Pastinya, perjalanannya pasti akan selalu disertaiNya.

Seperti ayat Alkitab yang kuingatkan padanya sejak dulu, yang diambil dari kitab namanya Yosua 1:9: 

Bukankah telah kuperintahkan kepadamu: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan  Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."


Memulai hidup barunya selepas SMA

So, kejar dan raihlah mimpi-mimpimu Yosua...

Doaku akan selalu menyertaimu.

Selamat Ulang Tahun!

Wednesday, November 5, 2014

Surat Cinta buat Yosua

Ciputat 24 Oktober 2014

Dear Yosua Nathanael Latuputty,

My Gantengkua...nda terasa mama papa harus buat surat retret buat Yosua setelah kami buat untuk Fia beberapa tahun lalu. Artinya, Yosua sudah besar sekarang. Siap memasuki babak kehidupan baru setelah lulus SD nanti.

Mama papa ingat waktu Yosua lahir 11 tahun yang lalu. Kami senang sekali mendapat anak laki-laki. Itu sebabnya Yosua (yang artinya Tuhan adalah Penyelamatku) dilengkapi dengan Nathanael yang artinya hadiah dari Tuhan. Yosua adalah hadiah terindah dari Tuhan buat kehidupan kami.  Dan bertumbuhlah Yosua menjadi besar. Yosua yang aktif, suka dengan kegiatan-kegiatan fisik dan suka dengan tantangan. Pernah suatu kali, Yosua menunjukkan pada papa mama "Wah..tantangan nih Ma" saat Yosua ingin meloncati saluran air/got di gereja. Waktu itu Yosua masih kecil, tapi sudah punya semangat yang sangat besar.

Yosua,
mama papa sangat berharap Yosua bisa menjadi anak yang bertumbuh besar dan takut pada Tuhan.  Suka berdoa dan baca Alkitab juga. Dengan begitu, papa mama nga perlu kawatir lagi, karena kami tahu Yosua pasti akan selalu datang pada Tuhan dalam setiap hal yang dihadapi nanti meskipun mungkin kami sedang tidak bersama Yosua.

Yo,
Semoga ret ret ini bawa manfaat banyak buat dirimu ya. Ret ret ini juga bisa menjadi tonggak untuk menjadi anak yang lebih semangat lagi, aktif dan terus pertahankan semangat belajarmu. Pakailah waktu yang ada untuk mengembangkan potensi mu, misalnya les gitarr :) Dunia ini terbuka lebar buat kesuksesan Yosua.

Kiranya kejujuran, ketangguhan, tidak mudah menyerah ataupun putus asa serta selalu mengasihi Tuhan dan sesama, selalu menjadi bagian dalam hidup Yosua ya.

Selamat ret ret ya Gantengkyuu...
Kiranya ret ret ini memberikan banyak berkat bagimu dan teman-temanmu disana.

Salam dari kami disini yang menantimu di rumah..

Mama, Papa, Fia

-mmuuaacchh- *heart heart heart*

Yosuadan  Mama di Gunung Bromo 2014

We love you Yosua :)
Yosua siap ikut ret ret 3-5 November 2014 - Canossa

Thursday, November 24, 2011

Surat Cinta buat Fia

17 November 2011

Dear Fia,

Saat mama menuliskan surat cinta ini, mama sebetulnya sudah mengantuk. Saat ini pukul 12 kurang 15 malam, sedangkan pagi-pagi pukul setengah 4, mama sudah harus bangun untuk siap-siap pergi ke Bandung memberikan 'ceramah' pada mahasiswa baru di sana. Mama sebetulnya berharap Fia kasih tahu mama jauh-jauh hari kalau mama perlu buat surat cinta ini untuk keperluan ret-ret Fia nanti.

Tapi, tak apa. Mama senang kalau mama harus membuat surat kasih ini buat Fia. Ini kesempatan buat mama untuk mengenang kembali masa-masa indah saat Fia hadir pertama-tama dalam kehidupan papa dan mama.

Sebelum mama tahu Fia sudah ada di perut mama, mama sempat berucap janji kalau mama dan papa punya anak, kami mau menamainya Theofani. Nama ini muncul saat papa mama ikut pembinaan pelayan teruna di gereja dan Pendeta Hadi sedang menjelaskan tentang bangsa Israel. Theofani adalah perjumpaan bangsa Israel dengan Tuhan Allah. Selain karena mama suka nama itu, mama berharap kelak Fia punya waktu selalu berhadapan dengan Allah. Baik itu memuji Dia, bersyukur padaNya, bercakap-cakap denganNya dalam doa, yang intinya adalah kedekatan dengan Dia. Ternyata, mama baru tahu beberapa minggu kemudian kalau ternyata Fia sudah ada di perut mama saat itu.

Dear Fia,
Memiliki Fia dalam kehidupan mama dan papa adalah suatu anugrah dah hadiah yang PALING indah yang pernah mama terima seumur hidup mama. Mempunyai kesempatan untuk melahirkan Fia, menyusui, memandikan, memberi makan, merawat, menjaga dalam kesakitan, dan keinginan untuk memberi yang terbaik selalu buat Fia adalah keinginan besar mama papa. Itu sebabnya, waktu mama marah sama Fia dulu, mama selalu bilang:
"Ingat Fia, meskipun mama marah, bukan berarti mama tidak sayang Fia. Mama selalu sayang Fia meskipun mama marah.". Semoga Fia masih ingat kata-kata mama waktu itu ya.

Cantikua, sekarang dirimu sudah remaja. Sudah punya kemauan, pendapat, keinginan dan cita-cita sendiri. Mama ingin sekali menyaksikan pertumbuhan Fia hingga dewasa nanti, punya pacar, sekolah yang tinggi, pekerjaan yang baik dan membina keluarga yang takut akan Tuhan. Hihihihi mama rada ngaco ya bicara punya pacar? Tapi Fia harus tahu kalau kami berdoa supaya Tuhan memberikan teman hidup yang seiman dan sepadan buat Fia. Ehem...cerita cerita mama ya kalau Fia suka seseorang cie..cieeeee :)

Buat mama, Fia harus rajin belajar untuk masa depan Fia. Mama papa bekerja sekuat tenaga untuk mendukung kemajuan Fia.

Maafkan mama ya Fi, kalau mungkin mama terlalu sibuk kerja dan kuliah serta beraktifitas di APISI. Fia harus ingatkan mama ya, kalau mama kurang memberi perhatian buat Fia.

Theofani Filia Latuputty,
mama loves you so mucch!!!

Jadilah besar, tumbuh dan kalahkan dunia. Jangan pernah mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan Yesus, dalam setiap aspek hidupmu.

Sudah ya...semoga ret-retmu bawa banyak berkat... see you soon at home.

MUM *heart* U MUCH muah muah muah

--mama--


The two of Us

Sunday, July 10, 2011

Hadiah Ulang Tahun - 2 Juli 2011

Hari ini saya genap 41 tahun dan dimulai dengan pergi ke bengkel mobil dan mengurus SIM di Depok. Sebelum pergi, Fia menghadiahi saya kartu buatannya sendiri.

Kover depan kartu:



Isi kartu:
Gaya ucapan 'gaul' anak muda jaman sekarang seperti ini rasanya :)



Buat yang belum paham dengan singkatan diatas, ini kepanjangannya:

HB: Happy Birthday
WYATB: Wish you all the best


Kata yang dihighlight itu penting. Dan semua butiran kata-kata diatas, di highlight, jadi semuanya penting :) Trenyuh dengan doa yang dipanjatkan Fia, terutama yang terakhir: lulus S2. Bulan September, saya kembali lagi ke kampus, menjadi mahasiswa di Bandung. Jujur saja, saya excited dengan kesempatan ini. Semoga cepat lulus :D

Kover belakang kartu:



thanks for this lovely card, Fia.. I do like it. Thanks alot and love you much too :)

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana [Amsal 90:12]

Terima kasih juga buat sahabat dan teman yang mengirimkan ucapan selamat dan doanya secara langsung maupun lewat teks. GBU all :)

Wednesday, April 20, 2011

Selasa 19 April 2011

Hari ini ulang tahun Fia yang ke sebelas. Fia, my Cantiqua , sudah memasuki usia remajanya. Sengaja saya cuti karena ingin menghabiskan waktu istimewa ini bersamanya. Ada rencana ladies' day out, namun karena mobil sedang tidak di rumah pagi dan siang ini, maka acara itupun batal.

Monopoli di pagi hari
Bagun pagi-pagi dan masih belum mandi, - setelah saya dan Yosua memberi ucapan selamat ulang tahun, Fia mengajak bermain monopoli bersama. Semalam, kami berdua menghabiskan waktu sebelum tidur untuk bermain monopoli. Menarik juga main monopoli ini, kita belajar mengatur uang, berinvestasi, meminjam uang, berhitung-hitung uang, menerima dan membayar uang sewa. Latihan kegiatan ekonomi yang baik untuk anak-anak [ehemm ... untuk saya juga :D]. Seru juga membayangkan kalau benar-benar kejadian saya mempunyai 14 rumah, 1 hotel dan 2 bandara. Wuahh...serasa orang kaya yang punya banyak uang. Pagi hari ini kami lanjutkan lagi bermain bersama Yosua.



Mie goreng ulang tahun
Konon, kata orang tua, ada baiknya kalau merayakan ulang tahun, ada sajian mie di salah satu hidangan kita. Hal ini sebagai ungkapan simbolik agar yang merayakan ulang tahun akan panjang umur, seperti panjangnya mie itu.

Maka, saya buatkan mie goreng spesial buat ulang tahun Fia hari ini. Lebih ke alasan praktis juga sebetulnya, lebih cepat proses persiapan dan memasaknya dibandingkan dengan membuat kue ulang tahun. Nah, setelah diberi penjelasan singkat tentang makna masakan mie di hari ulang tahun, Fia pun menikmati mie goreng ulang tahunnya:



Fia Sang Hair Stylist
Tidak bisa melihat saya menganggur, Fia mengambil sisir dan menjadikan rambut saya model untuk dikutak katik. Jadi ingat oma Wilma, yang dulu punya salon di depan rumah waktu kami tinggal di Kampung Ambon. Hmmm....jangan-jangan bakatnya sampai ke Fia kali ya? Well...saya pasrah saja, meski beberapa kali mata saya kecolok sisir rambut. Duh...

Ini lebih ke penampakan ya..hiiiiii


Hmmm...jadi apa rambut saya?


OH MY GOD!


Much better :)


Monopoli lagi...
Selesai berkreasi dengan rambut, ide main monopoli muncul lagi. Cuma kali ini kami bermainnya sambil nonton televisi. Jadi, kurang seru ah, kurang konsentrasi. Ya sudah, kami selingi sekalian dengan foto-foto:





Dining out
Di hari yang sama, keponakan saya, Samuela juga merayakan ulang tahunnya yang ke 14 tahun. Jadi, rencananya kami akan merayakannya bersama dengan makan malam di luar.

Ini dia, birthday girls:




....and their proud mums :)


Enjoying the nite together
Setelah pesanan makanan dan minuman kami tiba, saya menaikkan doa syukur buat Fia dan Samuela, buat para orang tuanya, serta memohon berkat buat makanan dan minuman kami. Kami pun menikmati makanan kami, sambil menikmati suasana malam saung diatas danau yang banyak ikan-ikannya.



Puas makan dan minum, anak-anak berlarian menuju tempat bermain. Perosotan ukuran besar, lumayan untuk mengakomodasi energi bermain mereka hingga berkeringat. Waktu semakin larut, sedikit wejangan dan nasihat buat Samuela dan Fia yang tambah usia menutup kegiatan di hari istimewa ini.

Selamat ulang tahun Fia
Selamat ulang tahun Samuela
Doa kami senantiasa menyertai kalian dimanapun dan apapun yang kalian kerjakan...

Love you so muchhhh :)